oleh

10 Tahun UMN : Ingatkan Bahaya Kejahatan Dunia Siber

Tangerang –  Seiring berkembangnya pengguna internet di Indonesia yang mendekati angka 140 juta pengguna, tak hanya segi positif yang muncul dari kegiatan berinternet. Segi negatifpun bermunculan seperti merebaknya pornografi, berita bohong (Hoax) dan ujaran kebencian serta kejahatan siber.

Tak hanya itu, Serangan ransomware WannaCry yang menyerang pengguna internet pada bulan mei 2017 merupakan bukti salah satu bukti nyata kejahatan dunia Siber. Tercatat sepanjang tahun 2016 ada 1.207 kasus kejahatan di dunia maya.

Menurut Rektor UMN, Ninok Leksono, melihat fenomena ini, Universitas Multimedia Nusantara dalam perayaan ulang tahun ke-10 memandang penting mengajak pihak- pihak terkait dan memiliki tanggung jawab bersama dalam kemanan dunia siber untuk duduk bersama dalam satu forum bertemakan ” Memperkuat Keamanan Siber nasional”.

Dengan menghadirkan narasumber ahli dan terkemuka diantaranya Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Sri Suari, Menkominfo Rudiantara, Ketua Pelaksana IDSIRTII Rudy Lumanto, Wakil Presiden BCA Armand W. Hartono dan Education Director Obrina Chandra Brilliyant.

Lanjut Ninok, isu keamanan siber merupakan hal yang sangat relevan pertama banyak ahli mengemukakan bahwa dengan semakin tergantungnya manusia pada dunia siber. Ancaman perang konvensional menggunakan pesawat tempur dan peluru kendali masih ada, kini dunia memasuki era baru dimana tujuan perang bisa tercapai tanpa mengeluarkan biaya mahal, yakni dengan melancarkan perang siber, belum lama ini juga dunia digemparkan serangan ransomware WannaCry yang melumpuhkan komputer di dunia, maka dari itu Indonesia harus siap menghadapi dan menangkal serangan siber, mulai dari birokrasi hingga dunia usaha maupun perbankan.

“Saya berharap agar semua lapisan masyarakat semakin waspada terhadap ancaman keamanan siber dan terus meningkatkan keamanan layanan, Selain itu, pihak terkait telah memiliki rencana untuk memulihkan layanan dengan cepat manakala serangan siber terjadi, maka dari itu dengan dengan bertemunya para pemangku kepentingan para pengelola siber akan terjalin kolaborasi dan jejaring untuk memperkuat pertahan siber nasional guna menghadapi ancaman perang siber, ” papar Ninok, Selasa (22/11).

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dalam sambutannya mengatakan, Cyber Security harus dimulai dari diri sendiri, semisal penggantian pasword email maupun PIN kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Risiko memasuki dunia era digital atau dunia siber, prinsipnya dimulai dari diri sendiri, sangat miris Cyber Security Indonesia berada diperingkat ke-70 urutan dunia, Indonesia peringkat 10 serangan cyber attack, memang isu Cyber Security perlu diantisipasi sesegera mungkin,” ujarnya

Rudiantara menghimbau agar masyarakat Indonesia betul- betul memperhatikan, mengamankan dan menangkal bahaya serangan Cyber yaitu dengan mematikan koneksi internet, back up data dan download anti virus. Pemerintah RI sedang memperkuat Cyber Security maka dari itu telah membentuk  Badan Sandi Negara (BSN) guna memperkuat Informasi Teknologi Elektronik (ITE) terhadap serangan dunia siber.