oleh

Aliansi Air DAS Cisadane Diresmikan

Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang bersama-sama dengan PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang), PT. PZ Cussons Indonesia, Pramuka Kwartir Cabang Kota Tangerang, LSM Banksa Suci dan LSM Metamorfosa, serta Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng dan Tirta Kerta Raharja meresmikan pembentukan Aliansi Air DAS Cisadane (AADC) dan bersih – bersih bantaran Sungai Cisadane. Peresmian ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Deklarasi Penyelamatan DAS Cisadane pada Hari Air Sedunia bulan Maret 2017 lalu.

Sebagai informasi, DAS Cisadane termasuk dalam kategori daerah sulit air karena perkembangan masyarakat, pertumbuhan industri, pemukiman yang meningkat, dan iklim yang tidak menentu.

Kondisi DAS Cisadane saat ini perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak karena kuantitas, kualitas, dan kondisi ekologis perairan maupun di bantaran kali Cisadane terancam mengalami pencemaran dan kerusakan lingkungan. Upaya untuk menjaga kelestarian dan mitigasi resiko DAS Cisadane harus dilakukan bersama-sama mengingat cakupan DAS ini sangat luas hingga antar provinsi.

Kehidupan 20 juta masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten sangat bergantung pada sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane yang membentang sepanjang 137,6 km melewati dua provinsi tersebut. DAS Cisadane juga menjadi sumber utama untuk air minum masyarakat dan bahan baku sejumlah industri di Jawa Barat dan Banten” kata Yusril Muhasim, Ketua LSM Metamorfosa Kota Tangerang, pada acara Festival Cisadane 2017, Kamis (27/07).

Kolaborasi AADC ini diawali dari lokakarya pemangku kepentingan DAS Cisadane di Bogor yang diprakarsai oleh Multi Bintang dan UNIDO (United Nations Industrial Development Organization), Badan PBB yang bertugas untuk mempromosikan Inclusive Sustainable Industrial Development (ISID) mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs). Lokakarya di Bogor tersebut dihadiri oleh 30 pemangku kepentingan dari perwakilan pemerintah, industri swasta, dan masyarakat. Lokakarya tersebut menelurkan 12 rekomendasi langkah prioritas dan upaya kolektif yang perlu diambil untuk melestarikan DAS Cisadane.

Luasnya cakupan DAS Cisadane menjadikan sungai ini sebagai sumber air utama bagi industri, pemukiman, dan masyarakat yang ada di sekitar area sungai. Tingginya tingkat pencemaran yang melebihi daya tampung DAS Cisadane, ditambah dengan fakta bahwa sungai terbesar di Jawa Barat ini juga menerima dampak pencemaran dari aktivitas di sekitarnya, membuat Pemerintah Kota Tangerang perlu memberikan perhatian lebih pada kelestarian sungai supaya dapat memberi manfaat untuk kelangsungan hajat hidup masyarakat.

Kepala DLH Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan, Pengambilan langkah kolaboratif dirasa perlu untuk dilakukan antara beberapa pemangku kepentingan yang mewakili sektor pemerintah, swasta, LSM, dan masyarakat yang bermukim di area sekitarnya.

Hal senada juga diungkapkan Bambang Britono Selaku Direktur Hubungan Korporasi PT. Multi Bintang Tbk, Pihak swasta sangat memperhatikan kelestarian sumber daya air. Dalam strategi keberlanjutan perusahaan, Multi Bintang menetapkan fokus untuk melindungi sumber daya air sebagai fokus yang utama.

“Lokakarya bersama UNIDO adalah inisiatif awal Multi Bintang untuk membangun kesadaran para pemangku kepentingan sesama pengguna sumber air dari DAS Cisadane dan sebagai upaya Multi Bintang untuk mendukung Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka melestarikan dan menyelamatkan DAS Cisadane,” ujar Bambang Britono.

Lebih Lanjut Bambang mengutarakan 12 inisiatif hasil dari lokakarya bersama UNIDO ini menjadi dasar komitmen bersama antara pihak pemangku kepentingan terkait, yang tergabung dalam Aliansi Air DAS Cisadane untuk memulai inisiatif awal terhadap perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan sumber daya air di DAS Cisadane,”  pungkasnya.(abe)