BATAN : Nuklir Bisa Mendukung Industri Nasional

3 Mei 2019
47 Views

Serpong – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ingin turut hadir dan berperan di tengah masyarakat dengan memanfaatkan nuklir untuk bisa mendukung industri nasional dalam bidang kesehatan, pertanian, energi, dan teknologi.

“Kita berharap BATAN bisa benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat seperti pemanfaatan limbah radioaktif di Serpong yang bisa digunakan untuk pembelajaran dan juga untuk industri, ” jelas Suryantoro, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN saat Media Briefing di Restoran Telaga Seafood, Kamis 2 Mei 2019.

Ia melanjutkan bahwa Litbang BATAN telah banyak menghasilkan penelitian pertanian dan kesehatan. Hingga saat ini BATAN juga terus melakukan pemetaan dengan menggali potensi uranium dan thorium yang ada di Indonesia.

“Uranium dan thorium ini merupakan bahan dasar pembuatan bahan bakar reaktor nuklir baik itu reaktor untuk research dan untuk PLTN. Di Indonesia potensi uranium ada sebanyak 74 ribu ton dan thorium 130 ribu ton yang ada di Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi,” papar Suryantoro.

Ia melanjutkan bahwa BATAN memiliki 3 posisi dalam bidang energi nuklir yaitu sebagai Technology Provider yang merupakan desainer reaktor, kemudian sebagai Technical Support Organization yang membantu masyarakat untuk pamanfaatan teknologi nuklir, dan sebagai clearing house yang akan mengkaji dampak negatif dan positif dari nuklir.

“Melalui Technology Provider, Technical Organization Support dan Clearing House akan menjadikan BATAN bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia, ” pungkas Suryantoro.

Sementara, Husein Zamroni, Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PLTR) menjelaskan bahwa limbah radioaktif bisa dimanfaatkan kembali untuk industri. BATAN melalui PLTR bertugas untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia baik dari internal seperti reaktor nuklir dan juga industri seperti rumah sakit dan pabrik.

“Kami bertugas terkait keselamatan dalam pengelolaan limbah radioaktif yang harus dikelola dengan selamat (save) dan harus aman (secure). Kemudian kita juga melakukan kajian apakah limbah radioaktif ini masih bisa di reuse atau recycle,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa tujuan reuse dan recycle ini untuk nilai ekonomis karena harga yang lebih murah dan yang kedua volume limbah berkurang karena limbah radioaktif ini bisa digunakan kembali dan ketika sudah tidak terpakai akan kembali ke PLTR.

“Untuk pamanfaatan limbah radioaktif ini bisa menghubungi pihak PLTR dam sudah ada layanan online. Komitmen kita memberikan pelayanan terbaik bagi pemangku kepentingan dan kita pada tahun 2017 mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan pada tahun 2018 mendapat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBB),” pungkasnya.

Leave A Comment