oleh

Bea Cukai Gelar Operasi Patuh Ampadan

Serpong – Bea Cukai semakin intensif melakukan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Upaya ini terbukti dengan aksi Kantor Wilayah Bae Cukai Banten yang menggelar Operasi Patuh Ampadan yang dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2017.

Operasi ini diadakan dalam rangka optimalisasi penerimaan di bidang cukai, dimana diperlukan peningkatan terhadap pabrik minuman beralkohol, tempat penyimpanan ethyl alcohol, pengedaran Barang Kena Cukai (BKC) illegal berupa rokok, minuman beralkohol, ethyl alcohol, sehingga dipandang perlu segera melakukan langkah-langkah dan upaya nyata untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran ketentuan di bidang cukai.

Operasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengusah BKC dan membersihkan/menekan peredaran BKC illegal, sehingga memberikan situasi kondusif terhadap peredaran BKC yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai.

Selama bulan Oktober dan November 2017 melakukan Operasi Paruh Ampadan, Kantor Wilayah Bea Cukai Banten bersama Kantor Bea Cukai Merak dan Tangerang berhasil melakukakn 28 penindakan’

Yaitu 1 pabrik minuman beralkohol illegal, 3 penjualan minuman beralkohol ilegal, 1 tempat penyimpanan ethyl alcohol dan 23 pelanggaran rokok illegal dengan BKC terdiri dari 29.803 botol miras, 236.600 batang rokok illegal dan 18.800 liter ethyl alcohol dengan nilai barang Rp 2.360.450.000 dan potensi kerugian negara mencapai Rp 1.099.337.380. Selain itu Bea Cukai juga melakukan penyitaan terhadap 1 unit truk dan 2 unit mobil minibus, uang hasil penjualan minuman beralkoho, peralatan dan bahan untuk minuman beralkohol.

“Minuman beralkohol, rokok dan ethyl alcohol ini, kami tindak karena tidak dilekati pita cukai, dilekati an pita cukai palsu dan pita cukai yang bukan peruntukannya. Atas penindakan ini, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai turut berperan mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri dalam negeri dan kesehatan. Selain merugikan secara ekonomi, juga merusak kesehatan,” papar Kepala Kanwil Bea Cukai Banten Decy Arifinsjah di Kantor Wilayah DJBC Banten, Senin (18/12.

BKC berupa minuman beralkohol, rokok, dan ethyl alcohol illegal merupakan barang-barang yang melanggar UU Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007.