oleh

Begini Sikap Siswa TK Saat Diberi Vaksinasi Difteri

Pamulang – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  antusias memvaksinasi putra-putri mereka dalam program Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri, yang dilakukan pada tahap pertama di Bulan Desember 2017 ini. Hal itu, terlihat saat pelaksanaan vaksinasi Difteri di TK Negeri Pamulang 5, Kota Tangerang Selatan, Selasa (12/12/2017).

Nadia (26), ibu dua anak ini mengaku harus izin bekerja untuk menemani putra-putrinya memvaksinasi DPT di sekolah mereka.

Dia mengaku, dikabari pihak TK tempat anaknya bersekolah untuk vaksinasi tersebut, “saya langsung iya, karena khawatir dan takut juga tertular,” katanya, Selasa (12/12/2017) di TK Negeri Pembina 5, Tangerang Selatan.

Orang tua murid lainya, Hasanah, mengaku takut dengan adanya penyebaran penyakit Difteri, dia pun segera mencari tahu informasi pelaksanaan vaksinasi itu di Puskesmas dekat rumahnya, beruntung sekolah tempat anaknya melaksanakan ORI Difteri.“Ya untungnya sudah ada di sekolah, di Posyandu dan Puskesmas juga sudah bisa kalau mau vaksin,” bilangnya.

Lucunya, pelaksanaan Difteri ini ditanggapi beragam oleh para siswa yang menjadi target vaksinasi yaitu usia 1 sampai 19 tahun.

Fari Arlo Aletta, bocah TK Pembina 1, Bambu Apus, Pamulang ini mengaku tak takut divaksin dengan cara disuntik itu. “Enggalah, masa cowok takut,” katanya sambil memejamkan mata saat diisuntik berisi vaksin DPT.

Tirta Tri Sabdani, PLT Kepala TK Negeri Pembina 5, mengaku sudah mensosialisasikan vaksinasi Difteri ini kepada seluruh orang tua siswa. “Alhamdulillah tidak ada penolakan dari para orang tua, semua setuju anaknya divaksinasi,” cetus dia.

Menurutnya ada 34 siswa TK Negeri  Pembina 5 yang akan divaksinasi pada hari ini. Pihaknya juga mempersilahkan para orang tua untuk meliburkan anaknya jika putra-putri mereka demam setelah di vaksin.

“Kami sudah jelaskan dampaknya, tapi memang para orang tua tidak masalah. Kalau mau izin setelah ini juga kami persilahkan,” katanya. (han)