oleh

Dalam Kurun Waktu 11 Bulan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Tangani 67 Insiden

Tangerangcorner.com – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel dalam kurun waktu 11 bulan Januari-November tahun  2020 telah menangani pemadaman sebanyak 67 kali yang terjadi di tujuh kecamatan. Rata-rata disebabkan konsleting listrik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Uci Sanusi mengatakan, regu Charlie, Bravo dan Afla mengatasi kebakaran yang terjadi baik siang ataupun malam selama 24 jam. Operasional kapan saja, ketika terjadi kebakaran petugas tiba di lokasi dengan waktu cepat.

“Tiga regu bertugas kapan saja ketika mendapat kabar terjadi kebakaran dengan waktu tempuh secara akurat. Untuk menempuh waktu akurat, kami membagi titik-titik posko pemadam sehingga jangkauannya tidak terlalu jauh untuk tujuh kecamatan se Kota Tangsel,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Januari hingga November, rata-rata kebakaran di Kota Tangsel muncul akibat konsleting listrik. Oleh karena itu, bagi masyarakat harap memperhatikan instalasi jaringan kabel di rumah, atau tempat tinggal. Gunakan kabel yang sesuai, dan jangan terlalu banyak mengambil aliran listrik pada satu tumpu.

“Misalnya ketika menyalurkan arus listrik barang-barang elektronik seperti televisi, kulkas dan lain-lain jangan digabung dengan penggunaan yang lain. Jika satu tumpu dalam penggunaan terlalu banyak, terkadang cepat panas, akibatnya mudah meleleh dan terbakar,” tambahnya.

Berdasarkan rincian pada Januari, dalam kurun waktu satu bulan mencapai 11 kejadikan kebakaran, Februari 6 kejadian kebakaran, Maret 6 kali, April 7 kali, Mei 5 kali, Juni 5 kali, Juli 10 kali, Agustus 4 kali, September 7 kali, Oktober 4 kali, November 1 kali.

Semakin kepedulian dan perhatian masyarakat terhadap kehati-hatian, maka semakin terjaga dan selamat dari potensi kebakaran. Penyebab yang lain, akibat kabaran sampah. Tentu ini menjadi perhatian khusus bagaimana tetap memperhatikan saat membakar sampah. Jangan sampai sampah yang dibakar justru berdampak buruk.


“Terkadang saat membakar sampah api belum padam, ditinggal kemudian lupa tidak dilihat lagi. Dalam kondisi panas, angin bertiup kencang yang kemungkinan besar api membesar dan merembet ke sisi-sisi sekitar lokasi. Jadi perlu waspada saat membakar sampah,” tambah ia. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed