oleh

Danish Culinary School Display Produk UMKM Tangsel

Tangerangcorner.com – Danish Culinary School (DCS) menampilkan 70 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di atas sekoci yang bertujuan membangkitkan ekonomi dalam situasi pandemi covid-19.

Founder DCS, Taufik Hidayat Syah mengatakan hal ini sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia dirinya. Selain itu, bagaimana Taufik mengkombinasi antara tamu yang berpotensi sebagai pembeli dan penjual dalam suatu wadah.

“Saya tidak ingin hanya sekedar berorientasi dan silahturahmi antar UMKM saja, namun bagaimana adanya transaksi penjualan produk UMKM disini. Jadi, saya gabung teman saya antar UMKM Tangsel dan teman saya yang dahulu bekerja di kapal pesiar untuk membangkitkan gairah UMKM di Tangsel,” ujarnya di DCS pada Senin (29/6/2020).

Terbagi kedalam beberapa sesi, acara berkonsep puluhan produk diatas sekoci ini memiliki filosopi yaitu, sekoci sebagai bagian kecil dari kapal besar yang disini menampung UMKM, diharapkan dapat menuju ke kapal besar dengan kata lain adalah UKM.

“Ada total 95 persen dari 70 produk kuliner yang ditampilkan dan sekitar 120 pemilik UMKM atau UKM di Tangsel dan luar Tangsel yang hadir. Namun saya bagi beberapa sesi mulai dari pukul 1 hingga 3 siang, agar tidak berkerumun,” jelas Chef handal tersebut.

Banyaknya UMKM yang hadir di Tangsel saat ini, diharapkan dapat menumbuhkan transaksi ekonomi ditengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

“Seperti orang pekerja yang pensiun atau tempat kerjanya tutup karena virus corona. Lalu memiliki modal dan diperkenalkan produknya disini. Jadi mereka akan beli dari barang temannya, sehingga ekonomi hidup,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut, hadir Sekertaris Daerah Kota Tangsel, Muhamad untuk melakukan Demo Masak membuat ‘Laksa Geboy’ asal Tangsel. Dengan fasihnya, Muhamad terlihat tidak kaku untuk memasak dihadapan para UMKM yang hadir.

Menurut Muhamad, UMKM sebagai satu ketahanan pangan yang harus dikembangkan. Terlebih kreatifitas warga saat pandemi dibutuhkan untuk menumbuhkan ekonomi di Tangsel.

“Produk dan kemasan sudah bagus, hanya belum ada PIRT dan label halal. Nanti tinggal bagaimana Pemkot Tangsel memfasilitasi agar menjadi oleh-oleh khas Tangsel,” pungkasnya. (alf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed