oleh

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Semprot Disinfektan Ribuan Liter

Tangerangcorner.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel melakukan penyemprotan disinfektan sejak munculnya COVID-19. Upaya ini sebagai bentuk hadirnya pemerintah kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Uci Sanusi menjelaskan, pihaknya melaksanakan tugas dalam misi penyelamatan COVID-19 melalui upaya penyemprotan disinfektan. Dengan menggunakan unit kendaraan yang dimiliki bersama personel keliling pada titik-titik lokasi.

“Kita sudah melakukan penyemprotan sejak awal pandemic Covid-19 terlebih banyak daerah menggunakan  mobil Damkar sehingga banyak warga meminta kepada kami, ” tutur Uci.

Dipastikan seluruh tujuh kecamatan telah disambangi. Termasuk hampir di seluruh kelurahan. Pengerahan petugas tak hanya menggunakan unit kendaraan besar, tapi pakai alat-alat semprot gendong pada tempat-tempat khusus di dalam ruangan.

“Penyemprotan di tujuh kecamatan dan mayoritas hampir di seluruh kelurahan serta di jalan-jalan yang dapat diakses dengan unit Damkar. Termasuk di musola dan ruang publik. Khusus di ruang publik pada umumnya menggunakan alat gendong, ” tambah ia.

Di tengah kecemasan melanda masyarakat, petugas seolah harus tegar. Meski taruhannya adalah nyawanya sendiri. Demi menjalankan tugas regu penyelamatan terjun kapan saja. Suasana saat awal pendemi sangat mencekam, warga dibatasi keluar rumah terkecuali mendesak dan sangat urgent. Biasanya jika ada warga yang terkena Covid-19 langsung melakukan penyemprotan.

“Awal-awal pandemi hampir setiap hari kami melakukan penyemprotan. Dalam satu hari bisa tiga unit mobil dengan kapasitas 3 ribu liter dan 5 ribu liter. Kami miliki unit mobil yang bisa menyemprot langsung tanpa memakai alat bantu semprot dari unit lain,” jelasnya.

Pada kisaran bulan Maret awal hingga Juni-Juli masih intensif dan belakangan ini sudah jarang. Kalau hanya ada permintaan saja.  Paling tidak, kehadiran Damkar pertama memberi rasa tenang kepada masyarakat, sehingga  terlindungi. Kedua ada upaya tindakan pemerintah kepada masyarakatnya. Yang mana tingkat ketakutan sangat tinggi.

“Meski permintaan banyak, namun tidak sampai kewalahan karena didukung SDM terlatih dan alhamdulillah mereka tidak ada yang terpapar COVID-19. Sementara itu, dalam satu hari menghabiskan ribuan liter disinfektan,” tutupnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed