oleh

Dody Riadi HS Mendesak Bupati Segera Umumkan Hasil Seleksi & Lantik Dewan Pendidikan

Kabupaten Tangerang – Beberapa pekan lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang melakukan seleksi anggota Dewan Pendidikan. Namun sampai saat ini Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar c/q Dinas Pendidikan belum mengumumkan hasil seleksi tersebut.

Hasil seleksi Dewan Pendidikan mutlak segera diumumkan kemudian menyegerakan pula pelantikannya.Jangan karena kepentingan politik, bupati menunda hasil seleksi Dewan Pendidikan tanpa jelas waktunya.

Tokoh pendidikan Kabupaten Tangerang yang juga cendekiawan, Dody Riadi HS mendesak Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar segera mengumumkan hasil seleksi dan melantik Dewan Pendidikan yang terpilih.Tampaknya, ada agenda politik jelang Pilkada yang dirancang Bupati Tangerang sehingga seolah mengabaikan hasil seleksi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

“Keterlambatan atau keengganan mengumumkan sesuatu yang krusial patut dicurigai karena banyak faktor, apalagi mendekati suksesi kepemimpinan politik pada 2018 nanti,” kata Dody, Rabu (30/8).

Menurutnya, sudah lazim bahwa salah satu aspek yang dapat dimobilisasi bahkan dikooptasi politik adalah pendidikan. Untuk itu pembentukan Dewan Pendidikan yang diintervensi petahana Bupati Tangerang akan mengandung kepentingan status quo.

Mereka yang akan didudukkan di dewan tersebut, terang Dody tentulah akan diseleksi kadar track record atau rekam jejak kritisismenya. Artinya hanya mereka yang lembek terhadap permasalahan pendidikanlah yang masuk seleksi.

“Dewan Pendidikan jangan sampai seperti Komite Sekolah yang menjadi staf bahkan pembantu sekolah dan bukan tukang kritik konstruktif untuk memajukan sekolah. Harusnya, hanya mereka yang memahami dengan sangat baik persoalan pendidikan dan politik serta relasi keduanyalah yang duduk di Dewan Pendidikan,” tegas pemerhati pendidikan, mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yamal Tangerang Sepatan Kutabumi.

Idealnya, sambung Dody anggota Dewan Pendidikan itu terdiri dari banyak kalangan yang punya pengalaman panjang di dunia atau institusi pendidikan agar mereka saling membagi informasi dan bersinergi membuat analisis serta rekomendasi kepada pihak yang terkait dengan pendidikan.

“Guru, dosen, wartawan, aktivis LSM yang punya idealisme dan intelektualisme adalah sebagian profesi yang hendaknya menjadi bagian Dewan Pendidikan. Yang prinsipil adalah jati diri dan keberadaan mereka du Dewan Pendidikan tidak terkait atau terafiliasiapalagi memiliki interes tertentu. Independendan netral serta fokus sepenuhnya pada pendidikan,” tandas Dodi.(abe)