oleh

ELC Final 2020 Universitas Prasetiya Mulya BSD Hasilkan 16 Karya Kolaborasi

Tangerangcorner.com – Experience Leisure Collaboration (ELC) 2020 merupakan sebuah acara puncak bagi mahasiswa semester 7 pada mata kuliah Experiental Branding dan semester 5 pada mata kuliah Leisure Industry di Universitas Prasetiya Mulya.

Mahasiswa kedua mata kuliah yang berada di bawah Jurusan Strata Satu (S1) Branding ini akan berkolaborasi menjadi satu kelompok dan membuat project bersama.

Pada ELC 2020 kali ini akan memilih area Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan yang mengangkat tema city tourism atau pariwisata kota.

Untuk mewujudkan potensi pariwisata kota yang segar, Universitas Prasetiya Mulya menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Wahana Kreator Nusantara bagi mahasiswa yang menciptakan program leisure dan melakukan riset pemasaran serta observasi.

Setidaknya pada gelaran ini menghasilkan 16 karya yang berasal dari mahasiwa yang turun langsung ke site pariwisata dan menggali potensi. Di Tangerang Selatan mahasiswa ini mengangkat sejarah Daan Mogot, Situ Gintung, Hutan Kota BSD, dan Kebun Ide.

Christina Yosevina, Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universias Prasetiya Mulya menyampaikan kegiatan ini untuk menjawab tantangan pendidikan yang kerap menganggap mahasiswa yang lulus hanya dapat tau teori namun tidak dapat melakukan aplikasi teori pada konteks industri.

“Jadi kami berusaha untuk berkolaborasi antar mata kuliah dan kami juga selalu berkolaborasi dengan industri. Sehingga ketika mahasiswa sudah lulus apapun masalah di praktek dan di industri mereka langsung bisa mengatasinya dengan bekal yang dapat di bangku kuliah,” paparnya.

Lanjutnya bahwa tujuan utama gelaran ini agar bisa memberikan ide baru yang bisa dipakai di industri dan juga untuk Kementrian Pariwisata agar bisa meningkatkan banyak destinasi pariwisata kota.

“Semoga mata kuliah dan event ini akan ada selalu sehingga bisa memberikan kontribusi dan juga bisa bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata di luar Pulau Jawa yang mengangkat city tourism di perbatasan Indonesia seperti Natuna dan Entikong,” ungkapnya.

Sementara Feri Suprapto, Kasubbid Fasilitasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi kegiatan yang mengembangkan city tourism ini yang akan mampu mengembangkan spot di Jakarta dan Tangsel.

“Mahasiswa akan turun langsung ke site pariwisata kota dan berinteraksi langsung dengan pelaku sehingga akan banyak ide baru yang sangat bagus dan langsung bisa diterapkan untuk pengembangan,” jelasnya.

Lanjut Feri meskipun ada ide yang masih butuh pengayaan dan harus diperdalam serta diperkuat, meskipun begitu helatan ini sangat baik untuk program development city tourism atau daya tarik wisata perkotaan.

“Kami harap perlu dikomunikasikan lagi untuk ide yang butuh diperdalam dan diperkuat dan kedepannya akan ada kontribusi bagi industri pariwisata. Saya juga selalu senang bisa berinteraksi dengan universitas dan mahasiswa karena full of idea dan full of talent yang akan memberikan masukan bagi mengambil kebijakan,” pungkasnya. (alf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed