oleh

FTPI Tangsel Lahirkan Atlet Panjat Tebing Berprestasi

Ciputat – FTPI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berdiri pada 7 Februari 2010. Sebelum resmi berdiri para penggiat panjat tebing bergabung dengan FTPI Kabupaten Tangerang. Pemekaran Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel berdiri membuat penggiat panjat tebing dan pecinta alam di Kota Tangsel sepakat membentuk FTPI Kota Tangsel.

“FTPI Kota Tangsel berdiri dengan syarat persetujuan 7 komunitas dan organisasi pencinta alam di wilayah ini. Tapi ketika itu terdapat 15 komunitas dan organisasi pecinta alam yang mewadahi berdirinya FTPI di Kota Tangsel, sehingga dapat memenuhi syarat,” jelas Sutisna, Ketua FTPI Kota Tangsel.

Mengenai keanggotaan di FTPI Kota Tangsel merupakan organisasi yang meliputi wadah pecinta alam dan penggiat tebing alam. Anggota dari masing-masing organisasi penggiat tebing alam yang berprestasi bisa bergabung di FTPI Kota Tangsel.

“Kita di FTPI Kota Tangsel tidak ada sistem member atau anggota. Tapi kita lebih ke komunitas olahraga untuk prestasi di panjat tebing. Hingga saat ini FTPI Kota Tangsel memiliki 25 orang atlet binaan untuk mengikuti berbagai kompetisi,” papar Sutisna.

Meski menyandang predikat sebagai olahraga ekstrem, panjat tebing merupakan olahraga yang aman. Terbilang aman karena panjat tebing menggunakan standar kemamanan yang tinggi.

“Hampir banyak semua kalangan awam mengatakan bahwa panjat tebing merupakan olahraga ekstrem. Tapi kita yang melihat dan menjalani olahraga ini sangat aman. Pada kegiatan panjat tebing alam pun kadang kita mengunjungi lokasi tebing alam di daerah, sehingga bisa dibilang kita ini berolahraga sembari berwisata,” pungkasnya. (adh)