oleh

GIS 2 Fest Ajang Pembelajaran Luar Kelas Siswa

Tangerangcorner.com – SMA Global Islamic School (GIS) 2 Serpong kembali menghelat gelaran GIS 2 Fest untuk kali kelima penyeleggaraan. Puncak acara digelar pada Sabtu 29 Februari 2020 yang menghadirkan artis musik papan atas yaitu Naif dan Hivi!. Pada acara ini juga sekaligus diadakan pembagian piala bagi pemenang lomba kompetisi.

9 ragam lomba yang diadakan pada GIS 2 Fest ini mampu menarik hingga 1.200 peserta dari ratusan sekolah di Jabodetabek. Lomba yang diadakan juga mengacu pada 4 pilar GIS yaitu kepemimpinan, akademik, keglobalan, dan keislaman.

Adapun 9 lomba yang dihelat yaitu short movie yang berhadiah langsung Piala Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, lalu futsal, basket, archery, MHQ atau Musabaqah Hifdzil Qur’an, pramuka, English speech, ratoe jaroe, dan solo vocal.

Unggul Prakoso, Kepala Sekolah SMA GIS 2 Serpong menjelaskan bahwa konsep gelaran GIS 2 Fest ini adalah festival san kegembiraan. Setiap gelaran event dan kompetisi diisi dengan kegembiraan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembelajaran luar kelas bagi para siswa.

“Pembelajaran tidak terus di dalam kelas melainkan juga di luar kelas. Untuk level SMA hampir 75 persen semua dari siswa yang menghandle acara, tidak ada intervesi berarti dari guru. Kalaupun masih ada guru itu upaya untuk terus memperetat silaturahmi antar guru, orang tua di BKOM, dan siswa,” ungkapnya.

Lanjut Unggul bahwa pembelajaran di SMA harus menerapkan metode yang menggangap mereka atau siswa sebagai teman. Dengan metode ini guru akan bisa masuk ke siswa dan siswa akan lebih mendengarkan penjelasan guru.

“Kita sebagai teman dengan siswa, karena dengan ini siswa akan lebih mendengarkan kita. Disini karena guru masih muda dan mungkin seumuran dengan kakak mereka di rumah,” paparnya.

Sementara Lia Armaliani, Direktur GIS 2 Serpong mengatakan bahwa sumber ilmu pengetahuan tidak hanya berasal dari para guru dan internet saja. Namun, gelaran GIS 2 Fest juga dapat dijadikan pembelajaran di luar kelas bagi para siswa.

“Jadi GIS 2 Fest ini sesuai dengan visi sekolah kami yakni mengoptimalkan bakat dari peserta didik melalui salah satu ajang yang menampilkan kreatifitas dan prestasi. Karena para siswa pun diciptakan dari potensi yang berbeda-beda,” ujarnya.

Tentunya, lanjut Lia selain didukung dengan band pilihan siswa, kesuksesan pun tak lepas dari peranan orangtua yang tergabung dalam BKOM. Kemudian ia juga menjelaskan kerjasama antar unit sebagai tantangan dalam berkoordinasi.

“Acaranya ini bersamaan dengan SMP, jadi tantangan tersendiri bagi para unit tentang bagaimana agar kita tetap kompak dalam berkomunikasi dan saling berkoordinasi,” tambah Lia.

Dengan gelaran rutin tahunan ini, lanjut Lia bahwa umat dilahirkan atau diciptakan dengan potensi luar biasa. Maka tidak bisa untuk melabeli anak pintar dan tidak pintar dari sisi akademik saja.

“Kami tidak mau memberikan label anak yang pintar dan tidak pintar hanya dari sisi akademik atau otak saja. Melainkan kami percaya dan menerplan multiple intelegence atau kecerdesan majemuk yang bisa dari sisi akademik, verbal, tubuh, tulisan dan kegiatan seni yang potensi itu bisa ditampilkan dalam ajang ini,” pungkasnya. (alf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed