oleh

HUT Ke – 41, Puspiptek Adakan Festival Inovasi

Setu – Pusat Penelitian, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Puspiptek) mengadakan Puspiptek Innovation Festival (PIF) selama tiga hari mulai Jumat (29/9) hingga Minggu (1/10).

Mengusung tema “Kenal, Bangga, dan Ceritakan” gelaran PIF ini merupakan gelaran pertama kali dengan tujuan untuk mengenalkan Puspiptek kepada masyarakat luas terutama generasi muda dan anak-anak.

“Diharapkan anak-anak dan generasi muda akan bangga terhadap perkembangan IPTEK di Tanah Air sehingga mereka akan semakin muda dan bangga akan IPTEK Indonesia dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkat,” ungkap Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A, Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Puspiptek) saat pembukaan PIF, Jum’at (29/9).

Melalui PIF ini masyarakat bisa mengikuti kegiatan seperti seminar, pelatihan, permainan pencarian harta karun berbasis ilmu pengetahuan, dan piknik IPTEK dengan mendaftar di https://innofest.id/. Acara ini juga terbuka untuk umum dan untuk segala usia.

Seperti yang sudah diketahui Puspiptek merupakan kawasan penelitian terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 1976 di atas lahan seluas 460 hektar, Puspiptek terdiri dari 47 pusat penelitian, pengembangan, dan balai pengujian. Adapun beberapa lembaga yang ada di Puspiptek yaitu LIPI, BPPT, dan Batan.

Berlokasi di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Puspiptek berisi pekerja SDM peneliti terlatih dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan didukung oleh teknologi riset mutakhir.

Merupakan kawasan pusat penelitian dan terpadu, Puspiptek juga sebagai aset negara. Pemusatan penelitian ini juga ditujukan untuk memperkuat pengamanan atas kegiatan penelitian yang berhubungan dengan Program Riset Nasional. Kedepannya Puspiptek akan dijadikan National Sains and Techno Park di Indonesia.

“Puspiptek ini akan dijadikan taman sains dan teknologi dengan ragam kegiatan penelitian dan inovasi yang dilakukan. Dengan adanya taman sains dan teknologi diharapkan bisa lebih mengenalkan dan meningkatkan inovasi di masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia berbasis teknologi,” ungkap Muhammad Nasir, Menteri Riset dan Teknologi, Republik Indonesia.

Lebih lanjut Nasir mengatakan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan komersialisasi. “Inovasi tanpa komersialisasi tidak bisa ada dan sebaliknya. Sehingga apabila keduanya bisa berjalan akan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.