oleh

Kampayekan Gaya Hidup Sehat Ala KOI

Serpong – Komunitas Organik Indonesia (KOI) lahir pada tahun 2007 yang berawal dari keprihatinan akan bahaya bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Komunitas ini muncul dengan anggota awal hanya 5 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Selain bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahan kimia di lingkungan pertanian juga menjadi alasan KOI berdiri. Awal tombak pendirian awal KOI sepakat untuk menyuarakan bersama mengenai makanan organik dan gaya hidup sehat.  Oleh karena itu KOI memang concern ke semua yang bernuansa organic, green, and healty.

Christoper Emille Jayananta, Ketua Umum Komunitas Organik Indonesia (KOI) menjelaskan penggunaan nama KOI resmi sejak tahun 2009. Sejak awal berdiri dari tahun 2007 menggunakan nama Community of Indonesia’s Quality & Healthy Living (CIQHaL). Ia memaparkan bahwa penggunaan bahan kimia tidak hanya membahayakan tubuh, akan tetapi juga lingkungan.

“KOI berkampanye dengan menggugah masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat dan makanan organik merupakan makanan sehat. UK Food Standards Agency mengatakan bahwa makanan organik adalah bahan pangan yang diproduksi dengan memakai metode pertanian organik dengan membatasi input sintetik modern seperti pestisida sintetik dan pupuk kimia,” paparnya

Hingga saat ini KOI sudah memiliki 350 UMKM yang bergabung dari seluruh Indonesia. Agar lebih mengaungkan gaya hidup sehat dengan makanan organik, KOI rutin setiap tahun membuat kegiaatan Organic, Green, & Healthy Expo (OGH Expo).

Kegiatan ini mengundang semua yang tergabung dalam KOI mulai dari UMKM, petani, produsen, pengrajin, dan konsumen. Selain itu KOI juga menyuarakan konsep local for local dalam artian konsumen tidak mencari produk organik berkualitas dari luar negeri, karena produk dalam negeri sudah banyak yang menjual dan berkualitas. Lalu produsen produk organik juga harus percaya diri dengan produk yang ditawarkan dengan cara terus mengedukasi masyarakat.

KOI percaya bahwa organik dan sehat bukan hanya gaya hidup, akan tetapi kebiasaan yang harus dilestarikan. Oleh karena itu dalam setiap event yang diadakan, KOI berusaha untuk menepis bahwa produk organik itu mahal. “Kami menepis produk organik itu mahal. Karena saat ini banyak petani dan pengrajin lokal yang sudah mampu menghasilkan produk organik berkualitas baik produk segar dan produk olahan,” pungkas Emille. (adh)