oleh

Kerjasama XL Axiata – Ayobaca.in untuk Difabel

Jakarta – Buku sering disebut sebagai jendela dunia, karena dapat memberikan berbagai informasi, ilmu pengetahuan serta hiburan bagi para pembacanya. Namun tidak semuanya dapat menikmati secara leluasa, terutama bagi kaum difabel, khususnya tunanetra. Hal ini dikarenakan tidak meratanya akses atau ketersedian buku braille di Indonesia.

Karena itulah, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bekerjasama dengan penyedia aplikasi Ayobaca.in menyediakan buku-buku digital dengan spesifikasi khusus untuk kalangan difabel dan  menjadikan nya aplikasi pertama di Indonesia yang mengonversi buku konvensional menjadi buku audio dengan melibatkan masyarakat sebagai pembaca sukarelawan.

Chief Corporate Affair Officer XL Axiata, Eka B. Danuwirana mengatakan, pendidikan merupakan hal yang utama bagi kemajuan sebuah bangsa, dan seluruh masyarakat berhak untuk memperolehnya, termasuk saudara-saudara kita peyandang difabilitas. Kerjasama XL Axiata dengan Ayobaca.in ini menunjukkan keyakinan kami bahwa kehadiran teknologi digital di tengah masyarakat selayaknya bisa dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai sarana yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pula, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk penyandang difabel.

Aplikasi Ayobaca.in merupakan hasil karya sekelompok mahasiswa Indonesia yang diprakarsai oleh Deka Komanda Yogyantara, Razii Abraham, Claristy, Debora  Valentini Br Ginting dan Ferry Fernando yang juga merupakan alumni Program XL Future Leaders (XLFL) angkatan ke-3, serta ada dua mahasiwa dari luar XLFL mereka adalah Velta Azizah Destiana, Risyad Ridho Hasbullah.

Aplikasi ini adalah yang pertama di Indonesia yang mengonversi buku konvensional menjadi format buku audio. Berbagai jenis bacaan dihadirkan dalam aplikasi ini, seperti buku pelajaran sekolah atau buku teks, buku ilmiah, modul, hingga komik dan novel. Berdasarkan data Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) tahun 2016, terdapat 3,7 juta penyandang tunanetra di Indonesia. Bagi mereka, ketersediaan buku braille di Indonesia masih tergolong sedikit dan dengan harga yang tidak murah.

Kemudian Ayobaca.in akan menkonversi hasil rekaman menjadi buku audio dalam bentuk CD. Dengan menargetkan 1 hari 1 buku (1 buku setara 10-12 jam versi audio) yang dapat dikonversikan selanjutnya buku audio akan didistribusikan oleh Yayasan Mitra Netra beserta PERTUNI ke berbagai yayasan dan perpustakaan khusus tunanetra.(rls)