oleh

KKL Mahasiswa STISIP Yuppentek Usung Konsep Tematik

Tangerangcorner.com – Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Kota Tangerang pada tahun 2020 dilaksanakan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tematik menjadi visi sekaligus bentuk sinergitas Mahasiswa terhadap upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang sedang berjuang melawan Covid-19.

Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan mengatakan bahwa sebenarnya manifestasi dari KKL tematik ini mempunyai 4 poin tersendiri. Di mulai dari membentuk kampung tangguh Covid-19, membantu Pemerintah dalam meningkatkan UMKM , Kegiatan Bakti Sosial terhadap masyarakat, dan terakhir melakukan sosialisasi pengunduhan aplikasi Tangerang Live yang masih minim dikenal masyarakat.

“Tentunya kami akan mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan covid-19. Melakukan pendataan UMKM yang selanjutnya diteruskan dengan permodalan sampai pada ke market place. Membagikan hand sanitizer dan masker serta mengkampanyekan dan mengedukasi Tangerang Live yang saat ini sudah menjadi alat penghubung pembuatan/pengecekan administrasi masayarakat secara digital,” jelqs Bambang di kampus Yuppentek pada Rabu, 2/9/2020.

KKL Stisip Yuppentek dilaksanakan di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, dimulai tanggal 3 September hingga 3 Oktober 2020. Kecamatan ini sengaja dipilih oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LPPM) dengan dua alasan.

Pertama, menurut data yang kami dapat, Kecamatan Jatiuwung memiliki pelaku UMKM terbanyak di Kota Tangerang. Kedua, ada salah satu Kelurahan yakni Gandasari, ikut serta dalam kontes desa sehat di tingkat Nasional mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Ini menjadi penting, apalagi saat ini Kota Tangerang masuk kembali pada Zona merah penyebaran Covid-19 ,” ungkap Bambang.

Lanjutnya bahwa Kegiatan KKL tidak hanya untuk menuntaskan tanggung jawab akademik mahasiswa saja. Tetapi juga bentuk dari implementasi Tridharma perguruan tinggi. Untuk itu, ia meminta agar mahasiswa yang tahun ini melaksanakan KKL bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Pembelajaran dari dosen dan pembimbing lapangan dengan mahasiswa. kemudian di akhir kkl, mahasiswa harus mempresentasikan hasil risetnya di lapangan. selanjutnya pengabdian pada masyarakat dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat,” tutur Bambang.

Mahasiswa tidak diwajibkan untuk bermukim di wilayah KKL seperti pada tahun-tahun sebelumnya. “Hal ini untuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19,” ujar Bambang.

Camat Jatiuwung Martioso Agianto turut mengapresiasi langkah STISIP Yuppentek dalam melaksanakan program pengabdian terhadap masyarakat. Apalagi dengan Visi tematik yang sejalan dengan program Pemkot Tangerang dalam memerangi Covid-19.

“Saya kira ini langkah yang cukup bagus. Juga terobosan bagaimana bisa tetap beraktivitas di tengah-tengah wabah virus corona,” ujarnya saat membuka KKL mahasiswa di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang pada Rabu 3 September 2020.

Martiaso juga mempunyai program tambahan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa, yakni melakukan penanaman sayur-mayur. “Karena disini temen-temen mahasiswa hanya 1 bulan, jadi kita menanam sayur saja yang panennya tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar 18 sampai 20 hari saja.

Diketahui, terdapat 106 mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KKL. Jumlah itu dibagi dalam 18 kelompok yang terdiri dari 6 orang. Mahasiswa juga didampingi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL). (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed