oleh

Komitmen Greenfields Menjadi Industri Susu Nasional

Jakarta – Sebanyak 2.150 ekor sapi betina menjalani proses karantina di peternakan Greenfields di Wlingi, Blitar setelah menjalani perjalanan laut selama 11 hari dari Melbourne, Australia. Impor sapi betina dari Australia ke Indonesia ini merupakan momen penting karena merupakan jumlah impor sapi dara terbesar di Indonesia, yang dilakukan dalam satu ekspedisi oleh perusahaan swasta. Kedatangan sapi-sapi dara di peternakan ini disambut baik oleh segenap pihak yang hadir menyaksikan proses karantina ini.

“Apresiasi yang tulus dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian kepada Greenfields dalam upayanya mengembangkan peternakan sapi perah yang berkualitas. Ini menjadi contoh baik untuk industri sejenis, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ir. Fini Murfiani, MSi.

Dalam kesempatan yang sama Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jafi Alzagladi  menekankan, kebijakan pemerintah dalam persusuan adalah untuk penambahan populasi yang bertujuan pada peningkatan produksi susu, guna pemenuhan kebutuhan konsumsi susu segar bagi masyarakat. Oleh karena itu peran swasta seperti PT Greenfields untuk mendatangkan sapi perah dari Australia sebanyak 2.150 ekor ini merupakan hal yang sangat baik. Kami berharap inisiatif ini bisa mendukung penyediaan susu segar dalam negeri sekaligus mengurangi disparitas dari produksi dalam negeri yang saat ini ada di angka 23% dan impor 77%.

“Kedatangan 2.150 sapi dara ini merupakan komitmen nyata dari Greenfields untuk mendorong industri susu segar di Indonesia. Ini adalah kelompok pertama dari total 9.000 sapi betina yang akan diternakkan di peternakan baru di Wlingi. Ketika peternakan ini sudah beroperasi sepenuhnya, kami akan dapat berkontribusi sebesar 14% kepada SSDN, dan secara otomatis mengurangi kebergantungan pada susu impor,” ungkap Heru Prabowo, Head of Dairy Farm Indonesia, PT. Greenfields, Senin(9/10).

“Disamping itu, masyarakat yang ada disekitar peternakan PT Greenfields bisa mendapat dampak positif dalam pemanfaatan lahan untuk penghijauan pakan ternak yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan yang basisnya di pedesaan,” tambah Jafi.

“Kami yakin bahwa sektor peternakan rakyat dapat ditingkatkan demi kesejahteraan peternak lokal, masyarakat dan negara. Kami percaya bahwa implementasi program kerja sama dan praktik beternak yang baik dapat mengatasi masalah produksi susu saat ini. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, sekaligus meningkatkan taraf hidup peternak dan masyarakat,” imbuh Heru.

“Penggunaan susu segar ini banyak manfaatnya bagi kesehatan karena kandungan gizi yang terlengkap memang berasal dari susu segar. Greenfields diharapkan dapat menciptakan bisnis yang langsung dikelola oleh Greenfields dengan melibatkan peternak terpilih untuk bersama-sama maju,” ujar Fini.(abe)