oleh

LPK Danish Culinary School dan Dinas Ketahanan Pangan Banten Beri Pendampingan UMKM Pangan Lokal Kota Tangerang

Tangerangcorner.com – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten menggandeng Lembaga Kursus dan Pelatinan (LPK) Danish Culinary School untuk peningkatan Skala Usaha Pangan Lokal melalui Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) berbasis UMKM di Provinsi Banten khususnya Kota Tangerang.

Pada kesempatan ini, Owner sekaligus Chef di Danish Culinary School Taufik Hidayat berkesempatan mengunjungi UMKM di Kota Tangerang yaitu Una Churros untuk memberikan pembinaan dan pendampingan.

Baca jugaKreasi Kuliner Segar dan Unik dalam Es Krim Aice Mochi

“Di UMKM Churros ini, kita berikan ide dan resep untuk pengembangan agar varian rasa bisa bertambah,” jelasnya pada Rabu (25/5/2022).

Chef Taufik menambahkan bahwa pangan lokal menjadi kampanye yang digaungkan agar masyarakat terus termotivasi untuk menggunakan bahan baku pangan lokal untuk mengurangi terigu yang masih impor.

“Progam Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten bertujuan untuk meningkatkan nilai produk dari usaha pangan agar masyarakat semangat. Tentunya ini akan mengurangi ketergantungan dari penggunaan terigu yang selama ini masih impor,” ucapnya.

Chef Taufik menyebut selain memberikan ide dan resep untuk UMKM, pendampingan ini juga me-review produk UMKM yang sdah ada.

“Apabila UMKM yang sudah berjalan, maka produknya kita review, tujuannya agar produk yang sudah ada bisa berkembang dan memiliki nilai jual tinggi yang bisa meningkatkan ekonomi dari pemilik UMKM pangan tersebut,” jelasnya.

Pembinaan ini, lanjut Chef Taufik akan berganti-ganti setiap tahun untuk UMKM di Provinsi Banten dengan tujuan pemerataan.

“UMKM yang dibina agar berganti setiap tahun untuk pemerataan dengan tujuan agar pangan lokal yang ada di daerah masing-masing lebih terekspos untuk digunakan dan memiliki nilai jual tinggi,” ucapnya.

Pendamingan UMKM Pangan Lokal ini juga jadi motivasi untuk menciptakan tepung dari pangan lokal.

“Sehingga kalau sudah jadi tepung akan banyak lagi varian kuliner dari UMKM yang muncul. Ini juga menjadi tujuan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten untuk mengurangi ketergantungan terhadap terigu,” papar Chef Taufik.

Selain itu, Chef Taufik mengatakan bahwa pembinaan dan pendampingan UMKM Pangan Lokal ini agar snack dengan pangan lokal yang selama ini kalah saing dengan snack berbahan terigu dan beras akan menjadi lebih menarik.

“Snack pangan lokal akan lebih menarik dari sisi kemasan dan citarasa sehingga memiliki banyak varian dan bisa bersaing dalam pengembangan produksi seperti snack lain,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed