oleh

Wadah Da’i dan Mubaligh Muda Indonesia

Pondok Aren – Mewadahi para kiyai, da’i, dan ustadz berdirilah sebuah wadah atau komunitas dengan nama Ikatan Mubaligh Nusantara (IMMAN). IMMAN yang berbasis di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. IMMAN didirikan oleh 3 orang kiyai dan dai yakni H. Abi Muslihuddin, Muhammad Sykron Wildan, dan San Ridwan Maulana.

Adapun nama awal dari IMMAN yakni Da’i Muda Indonesia, namun setelah melaui pertimbangan dipilihlah Ikatan Mubaligh Nusantara (IMMAN) sebagai nama komunitas yang resmi deklarasi pada tanggal 19 Desember 2015 di Masjid Asmaul-Husna, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Pada keigatan deklarasi dihadiri oleh beberapa ulama dan budayawan ternama seperti Prof. KH. Syukron Makmun, , KH Hidayat Nur Wahid, KH. Arifin Ilham, H. Tatu Mulyana, dan Opick.

San Ridwan Maulana, Sekretaris Jendral Ikatan Mubaligh Nusantara (IMMAN) mengatakan tujuan berdiri IMMAN yakni untuk meghimpun para mubalig dan da’i dalam kesatuan barisan umat, lalu meningkatkan  kualitas dan kuantitas para Mubaligh dan Da’i, memperluas relasi dan jaringan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

“Utamanya tujuan berdiri IMMAN yakni untuk mewadahi aktivitas para Mubaligh dan Da’i dalam mendayagunakan potensinya untuk kemaslahatan ummat dan bangsa melalui aktivitas dakwah islamiyah yang membawah rahmat serta kasih saya yang merupakan Islam Rahmatan Lil-‘alamiin,” ungkapnya.

San menegaskan bahwa IMMAN berdiri atas dasar Aswaja yakni Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah. Hal ini yang menegaskan bahwa IMMAN bukan beraliran atau berpaham liberal. Ia juga menegaskan bahwa IMMAN tidak diintervensi oleh pemerintah.

Semua kegiatan murni dari para Da’i dan Mubaligh yang ada di IMMAN. Adapun kegiatan utama IMMAN adalah menyelenggarakan dan mmengupayakan beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa muslim, menyelenggarakan Takaful Mubaligh dan Da’i, menyelenggarakan kajian dan riset ilmia mengenai islamisaisi dan ilmu pengetahuan serta publikasi, menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat untuk umat seperti Ustadz To School (UTS), dakwah melalui media, dam kunjungan dan pengajian di Lembaga Pemasyarakatan. (adh)