oleh

Meriahkan Hari Kartini, Samarata Adakan Talkshow “Kartini yang Visioner di Era Milenial”

Tangerang – Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Kartini, Samarata merupakan komunitas yang diprakarsai empat anak muda asal Kota Tangerang menggelar talkshow bertemakan “Kartini yang Visioner di Era Milenial”. Acara tersebut berlangsung di Plaza Aeropolis Commercial Park, Neglasari, Kota Tangerang pada Sabtu, (27/4/2019) dengan menghadirkan narasumber diantaranya Ketua PKK Kota Tangerang Aini Suci Wismansyah, Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Anis Sri Wahyuni Dadi, Plt Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Iis Aisyah Rodiyah, Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi dan dr Yuni Ayu dari Larissa Aesthetic Center.

Dalam sambutannya Ketua PKK Kota Tangerang Aini Suci Wismansyah mengatakan, Kartini milenial harus mampu mengembangkan keahliannya tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan.

“Sama seperti ibu rumah tangga, bisa juga kembangkan keahliannya. Semua perempuan juga harus tetap belajar, tapi menyesuaikan zamanya,” kata Aini, Sabtu (27/4/2019).

Dijelaskan Aini, Ibu rumah tangga diminta jangan kalah dengan sang buah hatinya sendiri. Sebab, anak di zaman now lebih mengetahui teknologi terkini. “Contoh seperti, anak-anak sekarang itu sudah lebih lihai memanfaatkan gadgetnya. Oleh karena itu sang ibu harus lebih terdepan mengetahuinya untuk mencegah si anak membuka yang tidak-tidak,” ujarnya.

Hal senada diutarakan, Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, perjuangan dari Ibu Kartini yang harus digaris bawahi dan diteladani adalah, sikap. Sebab, sikap berbalik ke pikiran yang menjadikan sebuah kata-kata.

“Jadi, apabila yang dipikirkannya itu baik tentu kata-katanya juga baik. Nah, kata-kata yang baik itu nantinya akan menjadi sebuah action perbuatan yang baik. Nantinya dari perbuatan itu bisa merealisasikan mimpi yang ingin digapai,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Iis Aisyah Rodiyah menambahkan, di era Kartini setara dengan perjuangan dan banyak kaum wanita yang telah sukses berkarir baik di swasta maupun pemerintahan. Disamping itu,  kesetaraan gender dan partisipasi perempuan di legislasi masih 20 persen, harusnya minimal 30 persen karena masyarakat di dunia masih memegang sifat yang mana peran laki-laki lebih dominan.

“Saat ini, kaum perempuan sudah dapat mengakses pendidikan yang sama. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Tangerang sudah mencapai 97 persen. Pemkot Tangerang terus mendorong peran serta perempuan untuk memiliki akses di pembangunan di Kota Ahlaqul Karimah dan Seribu Industri,” tukas Iis Aisyah Rodiyah selaku Plt DP3AP2KB Kota Tangerang. (abe)