oleh

Mini Workshop Series Indonesia Wadahnya Para Trainer dan Motivator

Serpong – Kebanyakan orang ketika sudah sukses sedikit yang ingin berbagi pengalaman kepada orang lain. Namun ternyata masih banyak orang yang mau berbagi kisah sukses dan memotivasi. Mini Workshop Series (MWS) Indonesia salah satu komunitas yang peduli dan berbagi pengalaman dalam bidang pekerjaan.

Di MWS Indonesia berisi  para trainer yang sudah ahli dalam bidang komunikasi di sebuah perusahaan. Pendiri sekaligus Ketua MWS Indonesia Anthony Dio Martin mengatakan bahwa MWS mulai berdiri pada tahun 2009 untuk mengembangkan bakat-bakat individu untuk menjadi trainer professional.

“Komunitas kita namanya MWS Indonesia, jadi ini adalah perwakilan yang ada di Indonesia yang terdiri dari 7 negara dan kami fokus pada pengembangan individu dan personal. Anggota kami merupakan para trainer, pengajar, dosen, trainer internal perusahaan, trainer professional yang khusus untuk mengajarkan orang belajar,” papar Anthony.

Di Indonesia ada 3 hal yang dilakukan oleh WMS Indonesia. Pertama, mengumpulkan para trainer yang mempunyai passion dalam mengajar terutama bidang corporate. Kedua, mengajarkan mereka untuk mengajar yang baik demi mencetak trainer professional. Ketiga, melakukan kegiatan workshop dan memberikan kesempatan pada setiap anggota untuk menjadi pembicara mengenai bidang masing-masing.

Untuk bergabung latar belakang sesorang tidak menjadi masalah yang terpenting mempunyai keinginan dan semangat untuk belajar dan mengajar. Di MWS bila bergabung akan ada jaringan internasional yang menyediakan sertifikat dan diakui secara Internasional. Tentunya, MWS ingin mencetak trainer yang berkualitas dan world class dengan berbagai kegiatan rutin diselenggarakan.

“Buat kita latar belakang tidak jadi masalah,  yang penting punya keinginan, semangat, dan pengalaman mengajar. Kami ingin mengahasilkan trainer berkualitas dan mengajarkan para trainer untuk jadi profesional dan world class. Setelah dapat sertifikat mereka tetap dijaga dan di maintenance agar ilmu yang didapat tidak pudar,” pungkas Anthony. (adh)