oleh

Mutiara Sempat Terpleset Ketika Menjadi Pembawa Baki

Serpong – Mendengar kata Pembawa Baki, sudah pasti mengarah ke wanita cantik, manis, dan seorang Paskibraka. Pembawa Baki merupakan tugas yang paling menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir dan juga rekan-rekannya dalam Upacara Kemerdekaan RI

Dalam menjalankan tugas pandangan sang pembawa baki harus lurus kedepan dan memberikan senyuman kepada pembina upacara serta menerima atau memberikan duplikat bendera merah putih. Selain itu juga harus bertugas menaiki lalu menuruni anak tangga. Jika salah langkah pembawa baki akan terjatuh.

Mutiara Ramadhani siswi kelas XI MA Soebono Mantofani, mempunyai kisah menarik ketika ditunjuk menjadi pembawa baki pada saat upacara penurunan bendera pada hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Lapangan Cilenggang, Serpong, Tangsel.

Mutiara atau biasa disapa Ara, menceritakan pengalamannya kepada Tangerang Corner, ketika menjadi pembawa baki pada hari-H penurunan upacara bendera.

“Waktu pas naik tangga untuk memberikan duplikat bendera merah putih kepada Wali Kota Tangsel lancar aja. Terus, waktu aku turun anak tangga, entah aku grogi atau apa, aku kepleset tapi aku bisa ngimbangin diri dan Alhamdulillah sukses,” terang Ara saat ditemui di Grand Zuri Hotel, Senin (11/9).

Anak kedua dari tiga bersaudara ini, memang mempunyai senyum yang manis. Tak heran, jika Ara langsung ditunjuk tanpa harus di tes terlebih dahulu untuk menjadi pembawa baki.

“Iya, aku langsung ditunjuk untuk menjadi pembawa baki. Sempat gak nyangka dan kaget juga, langsung ditunjuk. Awalnya sih, disuruh latihan senyum terus langsung ditunjuk. Alhamdulillah aku jalanin tugas dengan lancar dan sukses. Meskipun sempat terpleset sedikit,” pungkasnya. (lan)