Organda Banten Keluhkan Minimnya Rambu Lalu Lintas di Pandeglang

11 Juli 2019
152 Views

Serang – kurangnya fasilitas rambu lalu lintas yang berada di sepanjang jalan Provinsi Banten maupun jalan nasional di Kabupaten Pandeglang, disikapi Ketua Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Provinsi Banten, Emus Mustagfirin.

Menurutnya, keberadaan rambu lalu lintas  sangat penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan para pengendara atau pengguna jalan. Karena memang fungsi rambu lalu lintas tersebut, yakni sebagai sarana informasi bagi para pengguna jalan, sehingga paham dan tahu ketika di jalur yang dilewati terdapat rambu lalu lintas, baik itu rambu peringatan, perintah, larangan, maupun petunjuk, sehingga pengemudi atau pengguna jalan bisa lebih hati-hati, serta akan lebih siap ketika melewati jalur yang terdapat rambu itu.

“Di wilayah Pandeglang ini, sebenarnya banyak jalan milik provinsi dan nasional, kelas jalannya pun jelas. Tapi sayang, sepanjang jalan-jalan itu, kita dapat lihat sangat minim sekali keberadaan rambu lalu lintasnya. Padahal kita tahu, rambu-rambu itu fungsinya sangat vital, khususnya pagi pengendara atau pengguna jalan, sehingga bisa lebih hati-hati serta faham akan kondisi dan posisi jalan yang dilaluinya itu,” tutur Emus, Rabu (9/7/2019).

Dijelaskan Emus, selain minimnya rambu lalu lintas,  keberadaan lampu lalu lintas (traffic light) yang ada di Pandeglang, khususnya yang berada di simpang Maja, Kecamatan Majasari, serta di simpang Kadubanen, Kecamatan Pandeglang, tidak beroperasi tidak maksimal, serta pengaturan posisi peringatan untuk berhenti maupun jalan bagi kendaraan terlihat tidak proporsional.

“Tidak hanya minim rambu lalu lintas, seperti traffic light yang ada di dua titik di Pandeglang, di Simpang Maja, maupun di Simpang Kadubanen, dua-duanya tidak jelas, apa fungsi dan manfaat dari keberadaan lampu lalu lintas itu. Selain kondisi lampu pengatur lalu lintas itu sering rusak, serta pengaturan warna lampu kapan berhenti dan kapan jalan yang tidak jelas,” katanya.

Ia menambahkan, minimnya infrastruktur penunjang lalu lintas yang ada di jalur provinsi maupun nasional di wilayah Kabupaten Pandeglang tersebut.

“Bahkan yang paling ironis, jalur sepanjang Pandeglang-Labuan, Labuan-Sumur, maupun Pandeglang-Lebak, bukan saja jalannya yang masih sempit, Penerangan Jalan Umum (PJU) pun sama sekali tidak ada. Sehingga memaksa para pengendara yang melalui jalan-jalan itu, harus ekstra hati-hati,” tukasnya. (abe)

Leave A Comment