oleh

Pameran IAIF 2017 : Kolaborasi Pameran Seni Internasional

Jakarta –  Intercultural Academic International Forum (IAIF) 2017 merupakan sebuah kegiatan kolaborasi pameran seni internasional yang diikuti akademisi (dosen & mahasiswa) yang diprakarsai oleh School of Design – BINUS UNIVERSITY, diselenggarakan oleh ONE Peak Culture & Media, dan didukung oleh School of Art & Design – Hubei University of Technology, China. IAIF 2017 diselenggarakan pada musim panas ini, dari tanggal 10 – 20 Juli 2017 bertempat di ONE Space Gallery, berlokasi di Creative Capital Distric, Wuhan, Hubei – China.

Tema yang disuguhkan pada IAIF 2017 adalah  “THE WORLD OF INNOCENCE”,

Representasi dari sebuah ruang untuk menginterpretasi dunia yang sama-sama kita huni,  dengan penuh kejujuran, harapan, idealisasi, pemikiran dan kenyataan yang dirasakan, menemukan keunikan masing-masing perspektif dan juga kemiripan antar wilayah dari berbagai pelosok dunia yang perlu dirayakan.

Marketing Communication BINUS Univeristy, Eristyani Sitorus mengutarakan, IAIF adalah gagasan sederhana dari para akademisi School of Design – BINUS University di sela – pertemuan mengajar, dari keinginan untuk mempertemukan pelaku desain akademik universitas dari berbagai institusi seni dan desain dari seluruh dunia ke dalam sebuah forum untuk saling bertukar ilmu, mempertunjukkan gagasan, karya, serta konsep penciptaan yang memperkaya pengajaran akademik.

” Forum ini merupakan sebuah wadah untuk berbagi dan harapan untuk turut memajukan serta merekam perkembangan pendidikan seni dan desain,” kata Eristyani beberapa waktu lalu.

Eristyani menjelaskan, Keterlibatan dan dukungan para pelaku akademik pun diwujudkan secara bergantian melalui kerjasama antar institusi pendidikan, yang juga didukung oleh pelaku industri, baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satu tujuan dari IAIF adalah melebarkan networking di dunia seni dan desain. Dari IAIF ini, diharapkan akan terbuka kesempatan untuk saling berkunjung antar kampus, melalui program ‘student or lecturer mobility’ dan kegiatan kolaborasi pun dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti;  pengajaran, lokakarya, pameran, riset bersama antar kampus, diharapkan dapat berjalan secara perlahan, signifikan, dan konsisten yang mendukung ‘Academic Reputation’ bagi institusi masing-masing yang terlibat.

Terpilih 20 karya dipamerkan di galeri (termasuk 10 karya terbaik) dan 30 karya yang ditayangkan dalam display multimedia dari sekitar 160 karya yang masuk dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri dan telah dikurasi oleh 9 kurator dari berbagai negara.

IAIF 2017 adalah event yang kedua setelah IAIF 2016 yang dulunya diselenggarakan di Rumah Seni Arjuna, Jakarta yang dulunya merupakan cikal kegiatan rutin tahunan yang bisa merekam dinamika pencapaian akademik.

Lanjut Eristyani, Dampak yang diharapkan dari forum ini di dunia akademik adalah nantinya dapat terus berkembang yang tidak hanya mampu mendukung kegiatan belajar mengajar, namun juga mampu mengingatkan para insan pendidik seni dan desain untuk selalu peka terhadap laju perkembangan dan fenomena global dan memunculkan kekuatan dan keunikan lokal yang ada secara kreatif.(abe)