oleh

Penanganan HNP (Saraf Terjepit) dengan Teknik PELD

Tangerangcorner.com – Ada beberapa penyebab ketika seseorang mengalami nyeri pinggang atau low back pain bisa saja karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan hebat pada pinggang, kelainan tulang belakang atau lainnya.

Penanganan pun sangat beragam, mulai dari pemijatan, fisioterapi, akupuntur, bahkan mengkonsumsi obat pereda nyeri. Bagaimana bila nyeri pinggang berlangsung lama bahkan lebih dari 6 hingga 8 minggu? Artinya masalah otot perlu dikesampingkan dan dicari penyebab lainnya, karena bisa saja Anda mengalami Herniated Nucleus Pulposus atau biasa dikenal dengan istilah HNP.

Apa itu HNP?

HNP merupakan suatu keadaan dimana bantalan sendi tulang belakang menonjol, sehingga menyebabkan keadaan saraf terjepit. Dalam banyak kasus, lokasi HNP paling sering terjadi di bagian lumbal (pinggang) dan cervical (leher). Sementara yang paling jarang terjadi adalah bagian thoracal atau punggung. Penyebab HNP bisa terjadi karena cara duduk yang salah, cara mengangkat barang yang salah, batuk terlalu lama hingga merokok.

Keluhan yang dirasakan akibat saraf kejepit sangat beragam, mulai dari kesemutan yang menjalar ke tangan atau kaki, nyeri leher atau pinggang, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, hingga sulit menahan buang air besar atau kecil.

Bagaimana Cara Mengatasi HNP?

Banyak cara mengatasi sakit pinggang atau leher akibat saraf terjepit, baik dengan cara operasi ataupun tanpa operasi. Teknik yang akhir-akhir ini berkembang di dunia kedokteran salah satunya adalah teknik Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), dimana penanganan HNP tanpa operasi dengan teknik minimal invasive.

Proses PELD terbilang sangat sederhana, aman dan cepat. Pasien akan dibius lokal, kemudian dokter akan melakukan sayatan sebesar 8mm dan proses dilanjutkan dengan memasukkan alat endoskopi yang terdapat kamera dan tersambung ke layar monitor, sehingga saraf dapat terlihat jelas juga terhindar dari cidera. Dengan alat ini dokter akan memotong dan mengambil tonjolan gel nucleus yang menekan saraf, dengan begitu saraf akan terbebas dari jepitan dan nyeri akan segera mereda.

Keuntungan PELD

Penggunaan teknik PELD memiliki beberapa keuntungan, selain waktu operasi yang cukup singkat sekitar 40 menit tanpa pemasangan alat implant, pendarahan dan rasa nyeri usai operasi yang ditimbukan sangat minimal, serta pasien tidak memerlukan rawat inap atau one day care sehingga pasien dapat lebih cepat beraktifitas kembali.

Perlu diketahui bahwa level yang sering terkena HNP pada daerah lumbal pada L45 dan 5S1. Pada operasi level L45 dan L5S1, sudah tidak dijumpai saraf yang menggerakkan otot paha dan lutut, sehingga secara teoritis pun hampir tidak mungkin terjadi kelumpuhan setengah badan bawah seperti yang ditakutkan pasien pada umumnya. Dengan indikasi tepat serta teknik pengerjaan yang baik, angka keberhasilan operasi PELD dapat mencapai 98%. (Rls)