oleh

Pengecoran di Jalan Siliwangi Pamulang Tersendat , Gubernur WH : Terkendala Pembebasan Lahan

Tangerang Selatan – Penyelesaian pengecoran ruas Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), belum bisa dilakukan sepenuhnya. Padahal, kondisi itu menyebabkan maraknya kecelakaan akibat permukaan jalan yang memiliki ketinggian berbeda.

Letak Jalan Siliwangi yang rawan kecelakaan berada tak jauh dari Pamulang Square. Dalam satu jalur yang mengarah ke arah pusat perbelanjaan itu, terdapat 2 lajur yang tingginya berbeda. Hal itu dikarenakan lajur sebelah kiri sudah dicor dengan ketinggian sekira 15 – 20 centimeter, sedangkan lajur sebelah kanannya masih permukaan aspal lama.

Kondisi demikian, sangat membahayakan pengendara yang melintas, khususnya saat malam hari tiba. Meski panjang lintasannya hanya sekira 20-30 meter, namun posisi jalannya yang berada sedikit melengkung bisa membuat pengendara lengah, hingga melalui lajur sebelah kanannya yang lebih rendah.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), lantas membeberkan alasan mengapa penyelesaian ruas jalan itu belum juga dilaksanakan. Menurut dia, persoalan utamanya adalah proses pembebasan lahan yang belum tuntas antara Pemerintah Provinsi dengan warga pemilik lahan.

“Pembebasan lahannya tersendat-sendat, masyarakat ada yang menolak menerima ganti rugi. Sekarang lagi kita evaluasi, untuk dilanjutkan. Sekarang lagi dilelang lagi,” katanya usai mendampingi Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah di Pondok Cabe, Pamulang, Jumat (25/1/2019).

Dijelaskan Wahidin, masyarakat yang menolak ganti rugi itu tidak ingin proses pelebaran dilakukan. Sedangkan untuk masalah harga, dikatakannya jika hal tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada. “Banyak yang nggak mau dilebarin. Ya kalau kurang nanti kita sesuaikan dengan permintaan warga,” imbuhnya.

Dia pun berharap, agar masyarakat segera mengambil keputusan terkait pembebasan lahan. Sehingga proses pengocoran Jalan Siliwangi bisa dilanjutkan kembali. “Coba mintalah kasih tahu masyarakat juga, agar mau menyerahkan tanahnya dengan ganti rugi sebagaimana diatur,” jelasnya lagi. (jol)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed