Penyebab Ruas Jalan Puspiptek Raya di Tangsel Amblas

Tangerang Selatan – Sebuah lubang besar menyebabkan terputusnya jalan utama yang menghubungkan antara Pamulang dan daerah Setu. Lubang itu terbentuk setelah permukaan Jalan Raya Puspiptek, tepatnya di depan Perumahan Serpong Jaya amblas hingga kedalaman mencapai sekira 5 meter.

Diameter jalan yang amblas itu luasnya mencapai sekira 3 meter, praktis kondisinya hampir menutup dua jalur di jalan tersebut. Sementara ini, para pengendara dialihkan untuk melewati titik amblasnya jalan melalui bagian depan Perumahan Serpong Jaya.

Ruas jalan yang amblas itu sebelumnya hanya mengalami retakan-retakan di bagian permukaan jalan. Lama-kelamaan, warga dan petugas Dinas Perhubungan mengamati munculnya lubang-lubang kecil akibat dari retakan jalan.

Setelah lubang itu dicek, barulah diketahui jika di bawah permukaan jalan yang retak rupanya sudah kosong dari material beton maupun tanah sebagai penyangga. Diduga, material di bagian bawahnya telah tergerus aliran air, mengingat terdapat gorong-gorong saluran air di bagian dasar jalan tersebut.

“Jadi ada duiker (gorong-gorong) yang patah di bawah permukaan jalan ini, materialnya terbuat dari beton. Jadi saat patah, air di bawahnya naik ke atas, sehingga menggerus material tanah pijakan penyangganya,” kata Ilham Febriansyah, Staf UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten, Rabu (13/3/2019).

Dilanjutkan dia, gorong-gorong aliran air itu telah ada sejak puluhan tahun silam, jauh sebelum proses pembetonan Jalan Raya Puspiptek. Hingga kini, menurut Ilham, tim tengah memerbaiki duiker yang patah lalu membetonnya kembali agar jalan bisa digunakan sesegera mungkin.

“Kalau sampai finishing, bisa sampai sepekan (7 hari) kedepan sudah selesai. Karena kan kita perbaiki dulu di bagian dasar, baru kita tutup dan dicor beton,” ucapnya. (jol)

 

 

Leave A Comment