oleh

Peringatan Hari Jantung Sedunia oleh Siloam dan PERKI Banten

Kelapa Dua – Memperingati Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 September, Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Banten menyelenggarakan kegiatan kampanye ‘Share the Power’ di Main Lobby MaxxBox, Lippo Village, Karawaci, Juma’t (29/9).

Kegiatan ini diisi dengan talkshow jantung sehat, kuis jantung sehat, live music oleh dokter spesialis jantung, pembagian brosur ‘Share the Power’,  cek gula darah dan tensi gratis serta doorprize berupa voucher cek kesehatan jantung.

Dr.dr. Antonia Anna Lukito,Sp.Jp(K), Dokter Kaardiologi Siloam Hospitals Lippo Village mengatakan peringatan hari jantung Sedunia diharapkan dapat memberi edukasi kepada masyarakat bahaya penyakit jantung. Pada prinsipnya penyakit jantung dapat dicegah yakni dengan cara hidup sehat.

“Penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Antara lain tidak merokok,  jangan mengkonsumsi makanan yang kurang sehat atau junkfood, olahraga secara teratur, cukup istirahat dan sebagainya,” ungkapnya.

Penyebab kematian nomor satu di dunia masih diduduki oleh penyakit jantung koroner. Di Indonesia, penyakit ini menempati urutan ketiga. Pada peringatan Hari Jantung Sedunia ini ada pesan khusus agar masyarakat melakukan langkah aktif terhadap mereka yang terkena serangan jantung dengan istilah “Time is Muscle”  yakni waktu adalah otot.

“Segera bawa ke UGD terdekat bagi siapa saja yang terkena serangan jantung. Waktu terbaik sekitar 20 menit saat terkena serangan jantung. Semakin dini pertolongan, maka akan semakin baik juga penanganan terhadap pasien serangan jantung,” papar Antonia yang juga menjadi pengurus di PERKI Banten.

Tanda-tanda dan gejala serangan jantung biasanya dada terasa nyeri seperti tertimpa benda berat (dari sedang hingga parah) adalah gejala yang paling umum. Berkeringat sebesar biji jagung, napas pendek, tekanan jantung yang cepat atau tidak beraturan, mual, dan gangguan pencernaan.

“Penyakit jantung tidak dapat dilihat secara kasat mata, karena organ jantung ada di dalam tubuh. Jadi jangan coba-coba menebak-nebak. Jika ada tanda-tanda di atas, segera bawa ke dokter. Take Action,” tegasnya.

Risiko penyakit jantung itu ada yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi. Yang tidak bisa dimodifikasi yakni usia dan keturunan. Sedangkan yang bisa dimodifikasi yakni dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, rutin olahraga dan gaya hidup.

“62 persen pria terkena serangan jantung dan 38 persen diketahui penyebabnya,” ucap Antonia

Dengan adanya peringatan Hari Jantung Sedunia, diharapkan pada tahun 2025 mendatang dapat menurun hingga penyakit jantung sekitar 25 persen.