Pertumbuhan Sektor Properti Melambat, Penerimaan Retribusi IMB di Tangsel Lampaui Target

21 Januari 2019
218 Views

Tangerang Selatan – Penjualan properti secara nasional pada tahun 2018 lalu rupanya sedikit mengalami kelesuan, dan belum menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang tinggi. Kondisi demikian disebabkan beberapa hal, yang paling utama adalah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya membaik, serta rendahnya tingkat pertumbuhan kredit properti Perbankan.

Namun ternyata, kelesuan sektor properti itu tidak banyak berimbas pada capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan tercatat, terdapat kenaikan pendapatan retribusi dari target yang diharapkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala DPMPTSP Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, menuturkan, jumlah penerimaan retribusi IMB tahun 2018 mencapai sekira Rp 65,2 miliar. Penerimaan itu melampaui target, karena sebelumnya dipatok pada angka Rp 60 miliar.

“Walaupun secara nasional ada perlambatan pertumbuhan pada sektor properti, namun ini menunjukkan bahwa geliat pembangunan sektor properti di Kota Tangerang Selatan masih tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan terealisasinya capaian target penerimaan retribusi IMB akhir tahun anggaran 2018 sebesar Rp 65 M, yang semula ditetapkan sebesar Rp 60 M,” katanya, Senin (21/1/2019).

Diterangkan Bambang, hasil capaian target diatas itu tak lepas dari adanya kemudahan-kemudahan dalam pelayanan perizinan secara keseluruhan di Kota Tangsel, seperti kemudahan dalam pendaftaran secara online, kesadaran masyarakat yang meningkat akan pentingnya kelengkapan ijin, serta adanya kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pelayanan pengkajian teknis persyaratan IMB. “Capaian ini tak terlepas dari kemudahan-kemudahan yang kita berikan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Perizinan Pembangunan DPMPTSP Maulana Prayoga membeberkan, bahwa kontribusi penerimaan IMB selama ini didominasi oleh sektor properti, khususnya untuk bangunan non-rumah tinggal. Dijelaskannya, bahwa hal itu menunjukkan jika wilayah Tangsel memiliki magnet tersendiri bagi para pelaku usaha maupun investor bidang properti.

“Kota Tangsel itu masih menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha, khususnya di sektor properti. Karena kota ini memiliki infrastruktur yang sangat baik, dan tergambar dengan jelas rencana pembangunannya dalam tata ruang. Sehingga menyebabkan para pelaku usaha properti masih menjadikan Kota Tangsel layak untuk berinvestasi,” ucap Yoga.

Beberapa jenis layanan berupa pendampingan maupun konsultasi perizinan bidang pembangunan yang tetap diberikan pada hari Sabtu adalah ;

  1. Izin Lokasi.
  2. Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT).
  3. Pengesahan Rencana Tapak.
  4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  5. Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
  6. Izin Lingkungan.
  7. Izin Pengelolaan Sampah.
  8. Izin Tempat Penyimpanan Sementara. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
  9. Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).
  10. Dokumen Perencanaan Perumahan.
  11. Akta Pemisahan Rumah Susun.
  12. Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan.

Berbagai kemudahan pelayanan terus diterapkan oleh DPMPTSP, yang terbaru adalah dibukanya pelayanan pada hari libur akhir pekan, yakni hari Sabtu. (jol)

Leave A Comment