Polres Tangsel Ungkap Tindak Kejahatan Asusila

Tangerang Selatan – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort Tangerang Selatan (Polres Tangsel) ungkap Kasus 2 Laporan Tindak Kejahatan Pemerkosaan yang tempat kejadian perkara (TKP)nya sama-sama di sebuah kamar di apartemen di Kabupaten Tangerang.

Di hadapan para wartawan, pers rilis; AKBP. Ferdy Irawan selaku Kapolres Tangsel menjelaskan bahwa kasus yang pertama terjadi pada hari Senin (2/8/2019) dinihari.

“Kronologisnya, seorang tersangka (tsk) HAP dengan korbannya initial D merupakan rekan kerja yang baru kenal sekitar 3 harian di sebuah konter HP namun beda merek Hp,” ungkap Ferdy, yang dalam kegiatan ini diikuti Kasat Reskrim, Kanit PPA, dan Kasubag Humas Polres Tangsel, bertempat di Lobby Polres, Rabu (21/8/2019) petang.

Lanjut, Ini terjadi ketika korban D minta bantuan tsk HAP (24 th warga Palas Lampung Selatan) mencari pindahan kamar kontrakan dan disanggupi tsk.

“Lalu ditengah mencari kontrakan, rsk membujuk korban untuk minum- minuman keras jenis Syoju dengan alasan minuman tersebut berkhasiat untuk menggemukan badan. Setelah habis diminum, korban menjadi tak sadarkan diri,” tuturnya. Kemudian tsk membawa korban ke sebuah apartemen bernama Paragon Kecamatan Curug, disanalah korban diperkosa.

Untuk barang bukti antara lain baju korban, saksi-saksi sekitar tkp, dan rekaman cctv saat tsk masuk dan menyewa apartemen dengan keadaan memanggul atau menggendong korban saat dalam keadaan tak sadarkan diri. Tsk HAP dikenakan Pasal 285 KUHP Tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kasus yang kedua, masih penjabaran Ferdy, untuk tkpnya sama dengan kasus pertama, yaitu di Apartemen Paragon Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang.

“Disini tsknya ada 3 orang antara lain, A (19) warga Cipondoh Makmur Kota Tangerang, kemudian tsk R (18) warga Neglasari Tangerang, dan RS (19) warga Neglasari Tangerang juga. Untuk korban initial AD. Modusnya tsk A ini ada hubungan pertemanan dengan korban sudah selama 1 tahunan. Kejadian tepatnya tanggal 15 /8/2019 dinihari.

“Sebelumnya tsk A bersama dua temannya yaitu tsk R dan RSĀ  janjian bertemu dengan korban AD. Usai bertemu, mereka berempat menyewa kamar di Apartemen Paragon, lalu mengkonsumi minuman keras jenis Anggur.

Modusnya keduanya ini sama dengan modus kasus pertama, setelah korban tak sadarkan diri, lalu terjadilah perkosaan itu.

Menjelang usai kegiatan pers rilis, Ferdy mengatakan bahwa Apartemen Paragon ini sebagian besar bisa disewakan sama orang luar.

“Mudah bagi para pelaku ini untuk menyewa kamar ini, ungkin dengan kejadian ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen agar mengetatkan lagi pengawasan dan lebih mengecek kembali apabila ada hal-hal yang mencurigakan, jangan sampai tempat tersebut dijadikan tempat tindakan asusila,” tutupnya. (Geng)

Leave A Comment