oleh

Prasetiya Mulya Gelar Best Challenge 2017

Serpong – Universitas Prasetiya Mulya melalui S1 Business Economics terus mengasah jiwa entrepreneurial economist siswa/i SMA di Indonesia melalui kompetisi bertajuk Business Economics Strategic (BEST) Challenge beberapa waktu lalu di Prasetiya Mulya, Kampus BSD.

Di tahun keduanya, BEST Challenge 2017 menantang 19 tim finalis yang terdiri dari siswa/i SMA se-Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya, untuk memberikan ide terbaik seputar ‘Penerapan Omni Channel Bagi Tercapainya Inklusi Keuangan”. Masing-masing tim yang beranggotakan 3 orang tersebut berjuang untuk memperebutkan total hadiah sebesar 25 juta rupiah.

BEST Challenge Prasmul mengangkat tema tersebut supaya literasi bisnis dan ekonomi juga sampai ke generasi millenial yang hadir. Karena menurut pemaparan salah satu juri BEST Challenge, Bintang Caesario (Alumnus S1 Finance 2007 dan Professional Banker), industri saat ini bukan hanya mencari SDM professional yang punya kemampuan teknis, namun mereka yang tak gagap akan isu ekonomi secara nasional dan global, dan mampu menganalisis dampak dari kondisi tersebut bagi bisnis perusahaan kedepannya.

Dr. Christiana Yosevina R. T. selaku Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya memaparkan bahwa omni channel merupakan saluran marketing teranyar dan terkini di dunia bisnis dan ekonomi, yang mampu mengintegrasikan marketing konvesional dan online dalam satu sistem terpadu, yang dipandang dapat memenuhi kepuasan konsumen saat ini.

Sebagai bekal dalam berkompetisi, seluruh peserta BEST Challenge mengikuti dengan seminar dan pelatihan seputar omni channel dari Bpk. Suherman Widjaja, SE., MBus.Acc. Fin., selaku dosen Prasetiya Mulya dan seminar inklusi keuangan oleh Edy Tri Wibowo, MBA selaku Group Head of Economics & Corporate Research Division of Corporate & Strategy PT. Bank Rakyat Indonesia professional di bidang keuangan.

Lomba yang diadakan dalam bahasa Inggris ini dikemas dengan cara yang dekat dan lekat dengan generasi langgas. Sebagai pemanasan, ke-19 tim dihadapkan games yaitu Best Race dan Lipsync Battle pada hari pertama. Antusiasme terlihat dari wajah para peserta, karena selain berkompetisi mereka juga dapat memperluas koneksi dan mengembangkan kreatifitasnya.

“The challenges was awesome! Sangat membuka pandangan kami tentang gambaran serunya belajar di Prasmul. Dari kompetisinya, ada Best Race, Lipsync Battle hingga Case Study tentang omni channel. Di Best Challenge, kami juga banyak belajar dengan para expert di sektor ekonomi, dan yang paling penting bisa mengembangkan skill presentasi di depan para professional,” Papar Natasha Chitia, Isaac Edwin, Eva Alicia Wijaya dari tim Coalesce Ipeka Integrated Christian School.