Pria yang Mengaku Teroris di Tangsel Idap Skizofrenia Paranoid

15 Maret 2019
24 Views

Tangerang Selatan – Polisi telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Ahmad Sahrudin (32), pengendara motor yang mengaku teroris dan mengancam akan mengebom polisi di perempatan German Centre, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari penyidikan diketahui, rupanya Ahmad Sahrudin mengidap Skizofrenia Paranoid, yaitu penyakit gangguan otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kelainan dalam berpikir, serta kelainan dalam merasakan atau mempersepsikan lingkungan sekitar.

“Rupanya AS ini mengidap Skizofrenia Paranoid sejak April 2018, dirawat di Rumah Sakit Dr Marzoeki Mahdi, daerah Bogor,” kata AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Dijelaskan Alex, Ahmad Sahrudin merupakan anak ke-8 dari 10 bersaudara. Dia mengidap penyakit kejiwaan itu sejak bercerai dengan istrinya. Lantas dia pun dirawat di RS Dr Marzoeki Mahdi untuk penyembuhannya secara bertahap.”Mengidap gangguan kejiwaan itu semenjak bercerai dengan istrinya,” sambungnya.

Keterangan yang diperoleh dari keluarganya, Ahmad Sahrudin mulanya memakai sepeda motor milik salah satu kakaknya tanpa ijin terlebih dahulu. Dia lalu pergi menemui kakaknya yang lain, di daerah Serpong.

“Jadi AS ini hendak memerbaiki handphonenya yang rusak ke tempat kakaknya di Serpong, lalu dia gunakan sepeda motor di rumah,” ucap Alex.

Saat mengendarai sepeda motor, Ahmad Sahrudin tak memakai helm yang tergantung di cantelan depan sepeda motor. Sontak hal itu membuat petugas lalu lintas Brigadir Gatot Tri Prasetyo menghentikan laju sepeda motornya.

“Saat disetop karena tak memakai helm, dan sepeda motornya juga tak ada plat nomor di bagian belakang, lalu AS ini berteriak-teriak jika dia anggota teroris, anak buah Amrozi. Itu hanya spontanitas saja,” jelasnya lagi.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian pun tidak melanjutkan proses hukum dan memulangkan Ahmad Sahrudin kepada keluarganya lantaran mengidap gangguan kejiwaan. (jol)

 

Leave A Comment