oleh

PT IKPP Tangerang Beri Pelatihan Hidroponik untuk Warga Serpong Utara

Tangerangcorner.com – -Puluhan Warga Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel antusias mengikuti pelatihan budidaya hidroponik di Serua Farm, Bojongsari, Depok pada Kamis, (5/9/2019).

Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tbk Tangerang untuk pemberdayaan masyarakat.

Puluhan peserta ini diajak mengunjungi budidaya hidroponik dan diberi materi penanaman hingga panen sayuran hidroponik. Tak hanya itu, peserta pun terjun langsung melihat dan mempraktikkan cara penanaman sayur hidroponik.

Head of Sustainabilty PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin pelatihan hidroponik yang diikuti puluhan peserta dari Kecamatan Serpong Utara ini untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat. Penanaman sayuran hidroponik cukup mudah dan tidak memakan lahan.

“Tanaman hidroponik lebih sehat, bebas dari bahan kimia serta sangat cocok untuk pertanian di perkotaan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah,” katanya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan Hidroponik ini masyarakat bisa mempraktekkan di rumah dan mengembangkanya.“Hasilnya, selain bisa dijual. Kan, bisa dikonsumsi keluarga. Pangsa pasar sayur hidroponik sangat bagus,” ujarnya.

Adapun peserta pelatihan hidroponik berasal dari Kelurahan, Paku Jaya, Paku Alam, Pakulonan Barat dan LPM Kecamatan Serpong Utara. “Pelatihan hidroponik ini yang kedua kalinya. Program ini juga untuk mendukung urban farming,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan Sulaeman mengaku antusias diberi materi dan praktek budidaya hidroponik.“Sampai rumah langsung saya praktekkan. Saya apresiasi kepada Indah Kiat (PT IKPP Tangerang) yang telah memberikan kesempatan kepada warga untuk diberi pelatihan budidaya hidroponik ini,” terangnya.

Sementara, Pemilik Serua Farm Charlie Tjendapati mengatakan, pasar sayur hidroponik sangat menjanjikan. Pasalnya, selama ini ia kewalahan memenuhi permintaan dari supermarket, mal, resto dan cafe di Jakarta.“Perbulan permintaan dari konsumen sekitar Jakarta mencapai enam ton. Tapi kita baru bisa memproduksi dua ton,” katanya.

Tingginya permintaan sayuran hidroponik, kata Charlie, salah satunya karena dinilai konsumen sayuran lebih bersih. Di lahan pertanian seluas 1000 meter persegi ini sayuran hidroponik didominasi kangkung, bayam, sawi dan pokcay.

“Selain suplai ke supermarket, banyak juga ke pedagang-pedagang eceran. Biasanya mereka mengutamakan jenis sayuran berkualitas. Ada perbedaan tanaman hidroponik rasanya jauh lebih enak, renyah karena kandungan air cukup banyak,” tandasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed