oleh

Refleksi 9 Tahun Tangsel : Pertumbuhan Ekonomi Tangsel Tertinggi

Pamulang – Jelang HUT ke – 9 Kota Tangsel,  Kelompok Kerja  Wartawan Harian Kota Tangerang Selatan (Pokja Tangsel) mengadakan diskusi tentang pembangunan ekonomi, pada Kamis, 23 November 2017.

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai daerah urban dan penopang utama Ibukota, merupakan salah satu dari keuntungan dengan sebutan bonus demografi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie sebagai keynot speaker dalam kegiatan  Diskusi Refleksi 9 Tahun Tangsel : “Pembangunan Tangsel Mau Dibawa Kemana”?  yang bertempat di Banten Restaurant Pamulang, Tangsel.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie  menjelaskan, dengan perkembangan Kota Tangsel yang semakin membaik, kini pertumbuhan ekonomi Tangsel sudah diangka 7,2  persen tertinggi di Indonesia dan diatas pertumbuhan ekonomi  secara nasional dikisaran angka 5 persen. Sedangkan inflansi sekitar 2,8 persen.

“Apalagi Tangsel memiliki bonus demografi,  tentu akan sangat menguntungkan. Tinggal bagaimana kami sebagai pemerintah dapat bekerjsama dengan pihak swasta atau stakeholder  untuk menggali potensi yang ada,” ujarnya.

Kota Tangerang Selatan kini dihuni sekitar 1,5 juta jiwa dengan usia produktif hampir 75 persen. “Tentu akan mengundang dan menarik penduduk  dari kota/kabupaten dan provinsi lain berbondong-bondong datang memenuhi Kota  Tangsel. Termasuk juga para investor yang sudah banyak berinvestasi di sini,” jelas Bang Ben yang memprediksi  Kota Tangsel kian sexy.

Senada dengan Wakil Wali Kota Tangsel, Muhammad Hasan Gaido, selaku CEO Gaido Group yang sudah menarik beberapa perusahaan untuk berinvestasi di Tangsel.”Gaido Group sudah menanamkan investasi sekitar 30 miliar rupiah  untuk beragam usaha. Antara lain Banten Restaurant, Gaido Travel dan media,” papar Hasan yang berinvestasi dengan melihat pertumbuhan penduduk secara signifikan.

Ia berharap, pemerintah memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinain.  agar investasi di Tangsel semakin tumbuh. Dengan banyaknya investor maka daya serap tenaga kerja pun akan tambah dan ini bisa mengurangi tingkat kemiskinan.

Sementara itu, Djaka Badranaya, selaku Pengamat Ekonomi UIN Jakarta mengungkapkan, Pemerintah Kota Tangsel tidak bisa jalan sendiri dalam menata  kotanya. Tentunya peran swasta atau stakeholder, pemuda atau akademisi dan investor saling bersinergi. Pada intinya pembangunan Kota Tangsel harus berbudaya. Sejalan dan beriringan sehingga selaras dalam menata kota yang kita cintai.

Sedangkan, Sekretaris Bappeda Kota Tangsel, Musni Ahyani berbicara RPJMD Tangsel lebih baik dari sebelum ada Tangsel. Artinya dengan kelahiran Tangsel maka penataan kota dan wilayah sudah sesuai dengan susuan dan rancangan pembangunan jangka mengah.

Acara dihadiri sekitar 40 peserta terdiri dari para wartawan dan mahasiswa UIN Syarif Hgidayatullah Jakarta dan Unpam. (sbr)