oleh

Rontgen Bersama Komunitas Vape Tangerang

Tangerangcorner.com – Wacana vape akan dilarang di Indonesia dan dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, ditanggapi oleh puluhan komunitas vape di Indonesia termasuk di Tangerang.

Guna membuktikan bahwa vape tidak berbahaya bagi kesehatan, ratusan vapers di Tangerang melakukan rontgen di mobile klinik yang disiapkan secara khusus di Kawasan Graha Bintaro Raya, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (30/11).

Dalam kegiatan yang bertajuk ‘Vapers Tangerang Bergerak Rontgen Bersama’ ini bekerjasama dengan salah satu klinik yang berada di Rawamangun.

Yudichank, Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan ini untuk menanggapi pernyataan yang menyebutkan bahwa vape tidak baik untuk kesehatan dan akan dilarang di Indonesia.

“Sebagai vapers baik itu personal dan komunitas punya awareness kesehatan, bagaimana kita bisa ngecek itu semua. Dengan adanya rontgen ini harapannya saya cuman satu, saya mau kasih data pengguna vape bahwa statment yang berhembus tidak sebaik diberitakan, kita ngecek langsung data kebenarannya,” ujar Yudichank dari komunitas vape Therion DNA Indonesia.

Hasil rontgen para vapers ini akan ditampilkan pada saat event besar vape dibilangan Manggarai dan akan mengundang dokter untuk mengetahui hasil rontgen para pengguna vape.

“Akan kita pamerkan di tanggal 21 daerah Manggarai, akumulasi dari semua kegiatan rontgen dijadikan satu. Disana akan ada banyak orang termasuk dokter, foto-foto rontgen akan dishare dan kita bisa bertanya langsung kepada dokter hasilnya apa biar di identifikasi langsung,” paparnya.

Sementara, Andi Noval,  Sekretaris APVI Banten mengapresiasi kegiatan rontgen bersama para vapers di Tangerang.
Ke depannya ia ingin adanya penelitian secara langsung jika memang vape itu berbahaya seperti apa yang diberitakan.

“Setelah adanya itu, atas dasar masing-masing komunitas vape mengecek bener enggak sih apa yang dikatakan BPOM. Kita tagih dasar penelitian yang menyebutkan vape berbahaya, ternyata enggak ada. Kalau memang dikatakan berbahaya, harus disertakan hasil penelitian,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed