oleh

Salahi Aturan Lurah Pondok Aren Dilaporkan ke Polres Tangsel

Serpong – Lurah Pondok Aren, Munadi secara resmi dilaporkan ke Polres Tangsel terkait penyalahgunaan wewenang jabatan, Kamis (21/12). Laporan tersebut tercantum di surat pengaduan dengan nomor : LP/K/925/XII/2017/SPKT/PMJ/Polres Tangsel.

Kronologi kejadian berdasarkan korban, berawal dari korban atas nama Kusno Indra Putranto ingin mengurus surat tanah seluas sekitar 5.000 meter. Namun, Munadi selaku Lurah Pondok Aren meminta sejumlah uang kepada korban.

Melihat tersebut, LSM Gerakan Masyarakat Anti Koruptor (Gempur) mendampingi korban dalam kasus tersebut. Ketua LSM Gempur, Saprudin Roy berharap kasus ini bisa cepat diselesaikan dan Munadi bisa dijebloskan ke jerusi besi.

“Saya disini hanya mendampingi Pak Kusno sebagai korban, melaporkan lurah Pondok Aren atas penyalahgunaan wewenang jabatan. Semoga, dengan adanya laporan ini bisa cepat di proses dan Munadi dijebloskan ke penjara. Ini bukan soal mediasi, kita negara hukum harus diselesaikan secara hukum,” papar Roy.

Lurah Pondok Aren, Munadi dikenai pasal 422 KUHP dengan ancaman empat tahun kurungan penjara. Gempur pun, memiliki sejumlah bukti untuk memperkuat laporan tersebut.

“Kita punya bukti rekaman pembicaraan dan juga memiliki percakapan Munadi dengan Pak Kusno yang meminta sejumlah uang,” ujarnya.

Sementara itu, Kusno Indra Putranto sebagai pelapor mengatakan, sudah memberikan sejumlah uang dengan nominal sebesar Rp. 2 juta secara langsung melalui whatsapp.

“Itu awal November, secara tidak langsung indikasinya sudah mempersulit. Padahal berkas sudah komplit, lurah tetap mengulur waktu. Akhirnya, lanjut percakapan via whatsapp atas permintaan beliau,” ungkap Kusno. (lan)