oleh

Sebanyak 1.835 Butir Ekstasi Diamankan Polres Tangsel

Serpong – Jaringan pengedar narkoba skala besar di bongkar Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Narkoba jenis ekstasi sebanyak 1.835 butir dengan nilai Rp 1.1 miliar lebih ini, diamankan dari tangan tiga tersangka berinisial SND, MF, dan AG.

Terungkapnya jaringan tersebut didasari laporan masyarakat. Selanjutnya, pada 8 Juli 2017 sekira pukul 21.30 WIB, Tim Sat Narkoba Polres Tangsel melakukan transaksi dengan dua pelaku yakni SND dan MF.

Kemudian, traksaksi terjadi dilakukan di Jalan Graha Serpong. Tak menunggu lama, petugas langsung membekuk SND dan MF beserta barang bukti berupa ganja dan sabu.

Tak berhenti sampai disitu, selanjutnya polisi mengorek informasi dari dua pelaku yang sudah diamankan. Dan, keluarlah nama AG sebagai pemilik narkoba lainnya.

Gerak cepat, polisi langsung menangkap pelaku AG di rumah kontrakannya di Kelurahan Pakujaya, Serpong Utara. Dari tangan AG, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 1.835 pil ekstasi, 9 gram ganja serta 24,9 gram sabu.

“SND dan MF ini pengedar kecil yang mengambil barang dari AG. AG ini mendapatkan barangnya dari ABENG dan ABENG yang kini masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Barang didapat dari Karawang,” kata Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso saat gelar perkara di Mapolres Tangsel, Selasa (11/07/2017).

Alponso menjelaskan, bahwa barang haram itu tidak diedarkan pelaku di kawasan Tangerang. Kata dia, target pemasaran kelompok jaringan tersebut adalah hiburan malam di daerah Ibukota DKI Jakarta.

“Dari pengakuan pelaku, pengedarannya di kawasan hiburan malam Jakarta. Kita sudah dalami dan sistem penjualannya pun tidak bekerjasama dengan pengelola tempat hiburan, melainkan menjual langsung kepada pemakainya,” kata Wakapolres.

Saat ditanya mengenai ihwal estimasi hasil pengungkapan petugas, Wakapolres mengaku bahwa satu butir ekstasi dipasarkan dengan harga Rp 600 ribu.

Jika dikalkulasikan, maka 1.835 butir pil ekstasi senilai dengan Rp 1,1 miliar lebih. “Ya, sekitar 1 miliar lebih. Ekstasi ini jenis mask atau topeng,” paparnya.

Sementara itu, kepada petugas SND mengaku, mengedarkan barang haram itu di kawasan hiburan malam Jakarta.

Ia mengaku menjual langsung kepada pemakai dengan harga Rp 600 ribu per satu butir ekstasi. “Cuma daerah Jakarat doang. Di Tangerang nggak,” kata pria yang tak memiliki pekerjaan ini.

Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1, UU nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman di atas lima tahun penjara.(rls)