oleh

SehatQ Buka Sentra Vaksinasi Booster di ITC Kuningan

Tangerangcorner.com – Startup di bidang health tech SehatQ kembali berkomitmen dalam mensukseskan program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. Untuk kesekian kalinya, SehatQ telah ambil bagian pada sejumlah sentra vaksinasi, melalui dukungan teknis dalam pendaftaran peserta vaksin, dukungan medis lewat kehadiran nakes sebagai vaksinator maupun pemantau kondisi peserta setelah vaksinasi, serta dukungan berupa kelengkapan sarana dan prasarana.

Kali ini, SehatQ berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka sentra vaksinasi booster bagi masyarakat 18 tahun ke atas di ITC Kuningan. Sentra vaksinasi ini juga didukung oleh brand Sakatonik Activ D3-1000 dan Entrasol.

Meski ditujukan sebagai sentra vaksinasi booster, program vaksinasi di ITC Kuningan tersebut juga menyasar masyarakat dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin atau sedang mencari vaksin dosis kedua. Jenis vaksin yang digunakan adalah Astrazeneca.

Dalam surat edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022 yang dikeluarkan pemerintah, pemberian vaksin booster bertujuan untuk memperkuat sistem imun masyarakat. Hal ini menjadi penting karena kasus infeksi varian Omicron yang sedang merebak.

Sonny Rifendy selaku Brand Manager Sakatonik Activ D3 1000, mengungkapkan keterlibatan Sakatonik Activ D3-1000 dalam program vaksinasi kali ini merupakan bentuk dukungan brand terhadap pemerintah dalam menghadapi pandemic. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk jaga daya tahan tubuh, menerima vaksin dan memenuhi kebutuhan asupan vitamin agar terhindar dari virus. Bila perlu mengonsumsi suplemen penambah daya tahan tubuh. Di samping itu, hal ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah,” terangnya.

Untuk memberikan pelayanan optimal dalam setiap program vaksinasi tersebut, para nakes SehatQ menggunakan peralatan medis sekali pakai (consumable) dan menerapkan manajemen pengelolaan limbah vaksin sesuai peraturan dari Kementerian Kesehatan RI dan Badan Mutu Pelayan Kesehatan.

Yang tak kalah penting dari pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 itu sendiri adalah langkah-langkah dalam mengelola limbah vaksin. Yang termasuk limbah tersebut adalah spuit dan jarum, sisa vaksin, botol atau ampul vaksin, kapas alkohol, masker serta sarung tangan medis, serta alat pelindung diri (APD) lainnya.

Semua limbah medis  dikelola untuk mencegah penularan penyakit atau cedera, mencegah pencemaran lingkungan, maupun menghindari penyalahgunaan limbah. Hal ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed