oleh

Suku Bunga BI Turun, Penjualan Skandinavia Sisa 200 Unit

Tangerangcorner.com – Bank Indonesia kembali menurunkan suku bungan acuan dari 5 persen menjadi 4,5 persen. Kebijakan ini diambil dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik.

Suku bunga acuan Bl ini digunakan sebagai patokan dalam menentukan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) floating rate. Floating rate merupalan perhitungan bunga KPR yang nilainya berubah jika bunga acuan BI mengalami perubahan turun atau naik.

Suku bunga acuan ini diprediksikan dapat turun hingga mencapai 4,25 persen yakni penurunan sebesar 0,75 persen. Penurunan ini bahkan menjadi titik terendah suku bunga acuan Bl selama 20 tahun terakhir.

Norman Eka Saputra, Direktur Skandinavia Apartment mengatakan bahwa penurunan suku bunga ini kembali menjadi momentum yang menguntungkan bagi pasar properti. Pengembang atau developer semakin memiliki peluang untuk mengajak masyarakat yang belum berinvestasi di sektor properti.

“Dengan semakin menurunnya suku bunga sebanyak 0,25 persen bahkan diprediksikan mencapai hingga 0,75 persen ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah yang semakin menguat, akan semakin membawa energi dan pergerakan peralihan investasi ke emas dan properti. Kami yakin apresiasi masyarakat terhadap sektor properti akan semakin meningkat,” jelas Norman kepada awak media di Lobby Fika Room, Skandinavia Apartment, Tangerang, Sabtu 29/2/2020.

Akan tetapi upaya untuk menggaet pasar, harus diiringi dengan pengembangan fasilitas produk. Diketahui bahwa Skandinavia Apartment memiliki fasilitas yang lengkap seperti infinity swimming pool, fitness center, multiple garden, dan multipurpose room. Selain itu berbagai macam tenant yang mengelilingi Skandinavia Apartment juga terbilang lengkap karena berlokasi tepat di sebelah Tangcity Mall.

Kemudian bagi yang memiliki kendaraan listrik pada area Tangcity Superblock yang merupakan kawasan terintegrasi juga tersedia charging station SPKLU yang bekerjasama dengan PLN untuk dapat memberikan fasilitas charging daya besar.

”Fasilitas yang lebih dari standard yang kami terus kami upayakan, tentu dengan tujuan untuk melengkapi dan mempermudah kebutuhan para penghuni maupun pengunjung Superblock,” tambah Eka.

Oleh karena itu dengan segala fasilitas saat ini tak heran jika Skandinavia Apartment akan memasarkan sisa 200 unit saja. Hingga saat ini juga penjualan di Skandinavia Apartment meningkat hingga dua kali lipat dari 20 unit perbulan dan kini 40 unit.

“Kami telah memasuki masa penghabisan dengan unit yang tersisa berkisar 200 unit. Sedangkan penjualan signifikan per hari ini lebih dari 40 unit di bulan Februari. Padahal targetnya per bulan yakni 20 unit dan ini menjadi surprise buat kami,” ungkap Norman.

Penjualan signifikan ini sebagai respon pasar yang strong pada tahun 2020 ini karena selama tahun 2014 hingga 2019 pasar properti banyak mendapat tekanan. Selain itu krisis kepercayaan publik terhadap industri keuangan dan asuransi juga berefek pada pilihan untuk invetasi di sektor properti.

“Itulah kenapa kami menikmati penjualan yang cukup signifikan pada awal tahun 2020 ini. Kami optimis pada tahun 2021 pasar properti akan sangat baik,” jelas Norman.

Hal ini juga diperkuat dengan investasi di beberapa elemen yang sudah mengalami kenaikan misalnya pada emas dan juga properti hingga harga emas terus naik menembus rekor.

“Sektor properti juga mengalami hal yang sama. Masyarakat kelas atas yang memang telah memahami antisipasi resesi akan lebih memilih investasi pada elemen-elemen yang aman dan properti menjadi salah satu pilihan,” pungkas Norman. (alf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed