oleh

Tangerang Selatan Inovation Center Diluncurkan

Serpong – Bagian Organisasi Sekretariat Daerah meluncurkan Tangerang Selatan Inovation Center (TIC). Hingga sekarang di daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang mengusung jargoan sebagai ‘Kota Cerdas’ atau smart city ini terdapat sejumlah sistem aplikasi yang telah dioperasikan.

TIC merupakan wadah untuk menyalurkan perpaduan beragam inovasi-inovasi pelayanan publik dari para pemangku kepentingan (stakeholder). Inovasi sistem aplikasi yang dikembangkan antara lain di bidang tata kelola pemerintahan, kesejahteraan sosial, teknologi informasi dan pelayanan langsung.

“Saya hanya sekedar ingin mengingatkan, visi dan misi selama 2016-2021 adalah “Terwujudnya Tangsel Sebagai Kota Cerdas, Berkualitas dan Berdaya Saing Berbasis Teknologi dan Inovasi,” kata Walikota Airin Rachmi Diany di Pranaya Suite, Kecamatan Serpong, Rabu, 27 Desember 2017.

Menurutnya, pengoperasian TIC sesuai dengan tujuan mendasar pemekaran daerah. Yakni, memperpendek jalur birokrasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah.

Walikota Airin berharap, dengan beroperasinya TIC sistem aplikasi yang telah ada terintegrasi antara satu dan lainnya. Khususnya di lingkup internal organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan terlebih dulu.

“Bagaimana kita bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Tapi tentunya saya berharap kita semua pahami dulu apa itu inovasi,” harapnya.

Beberapa contoh sistem aplikasi yang telah ada seperti Simral, Siaran Tangsel, Simanja dan lain sebagainya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi, Komunikasi dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa terhitung mulai Tahun Anggaran 2018 mendatang bakal mengurangi pembuatan serta pengelolaan sistem aplikasi dengan melibatkan pihak ketiga.

“Kita kurangi ketergantungan terhadap konsultan. Ini yang jadi persoalan, yang bahaya ketika orang tersebut sedang berhalangan tapi sementara kebutuhan kita sedang tinggi. Maka di situlah stagnan,” terangnya.

Asep pun meminta kepada seluruh pimpinan OPD di Kota Tangerang Selatan membantu menjaring tenaga kerja honorer untuk diberdayakan sebagai programmer. “Kalau penguasaannya hanya 50 persen tidak apa-apa. Saya optimis dalam dua atau tiga bulan maka tenaga programmer tersebut sudah bisa terbentuk,” ujarnya. (ccp)