Terkait Setu Perigi Tangsel Tercemar Sampah, Begini Penjelasannya

Tangerang Selatan – Kondisi Situ Perigi yang terletak di Kelurahan Perigi Lama, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), tercemar oleh berbagai limbah sampah. Tak hanya memenuhi sebagian permukaan Situ, sampah terlihat juga menumpuk di bagian tepiannya.

Beberapa warga yang beraktifitas di area Situ Perigi menuturkan, kondisi sampah yang menumpuk disebabkan belum datangnya alat berat pengangkut sampah sejak beberapa hari terakhir.

Berikut adalah fakta-fakta yang berhasil dihimpun, terkait pencemaran sampah di Situ Perigi Tangsel ;

1.Sampah di permukaan Situ berasal dari pemukiman dan pedagang.

Kepala Seksie Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Rastra Yudhatama menuturkan, timbunan sampah yang menumpuk di pagar pembatas Situ Perigi berasal dari aliran kali yang melintasi sejumlah pemukiman dan lapak-lapak pedagang.

“Jadi sampah-sampah itu terbawa aliran air (kali), apalagi kalau musim hujan bakal datang terus, kebanyakan dari pemukiman. Ada yang pakai gerobak buang sampah ke kali, akhirnya menumpuk ke Situ,” katanya, Selasa (12/3/2019).

2.Sampah yang menumpuk di tepian Situ sedang proses pengeringan untuk diangkut.

DLH Kota Tangsel menyebutkan, bahwa timbunan sampah yang berada di tepian Situ Perigi sedang dalam proses pengeringan, sebelum nantinya diangkut oleh truk besar untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Jadi setelah diangkat dari permukaan Situ, sampah itu ditaruh di daratan sampai kering, tiga sampai empat hari. Karena kalau kita angkut sampahnya dalam kondisi basah jadi berat, bikin rusak alat hidroliknya. Maka nya dijemur dulu biar kering,” terang Yudha.

3. Alat berat eskavator rusak, sehingga belum bisa mengangkut timbunan sampah di tepian Situ Perigi.

“Jadi alat sensornya rusak, lagi diperbaiki. Mudah-mudahan hari Kamis (14/3/2019) sudah bisa diangkut. LH nggak punya alat seperti amfibi di DKI Jakarta, bisa ke tengah-tengah sungai, kaki (alat) nya bisa nancep ke dasar sungai,” sambungnya.

4. Pengelolaan Situ Perigi terkendala koordinasi dengan BBWSCC.

Selama ini diketahui, jika pengelolaan Situ sepenuhnya berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Sedangkan pemerintah daerah, hanya membantu teknis pengawasan dan pemeliharaannya saja.

“Bukan kewenangan kita (DLH), walaupun kita tetap bantu tanggulangi sampahnya. Kalau mau dilihat dari aturan, yang angkat sampah dari air itu harusnya PU (Dinas Pekerjaan Umum), setelah sampahnya di daratan baru tanggung jawab kita. Ini kan nggak, yang angkat dari airnya kita, yang angkut di daratannya kita juga. Mungkin PU pun terbentur BBWSCC tadi,” ungkap Yudha.

5, Kesadaran masyarakat masih rendah.

Minimnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, menjadi salah satu faktor penyebab masih banyaknya sampah yang menumpuk di aliran kali. Masih banyak didapati, warga yang sengaja membuang sampah ke bantaran kali, hingga pada akhirnya terbawa aliran air dan menumpuk di sekitar Situ Perigi.

“Kesadaran masyarakatnya harus terus disentuh. Kadang ada warga sekitar yang kita tegur karena buang sampah ke kali, tapi malah lebih marahan dia, padahal kita tujuannya baik,” tandasnya. (jol)

 

Leave A Comment