Timses Prabowo Diterpa Kasus Hukum, Fadli Zon : Ada Saatnya Kita Membuat Perhitungan.

4 Februari 2019
135 Views

Tangerang Selatan – Sejumlah tim kampanye nasional Prabowo-Sandiaga menggelar sarasehan bersama emak-emak dan kalangan milenial di Adin’s House, Jalan Vila Dago Raya, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (3/2/2019).

Diantara mereka yang hadir antar lain, Fadli Zon, Titiek Soeharto, Neno Warisman, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jihan Fahira, dan Mien Rachman Uno yang merupakan ibu dari calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Dalam sambutannya dihadapan sekira hampir seribu orang peserta, Fadli Zon menuturkan bagaimana terjadi tebang pilihnya proses penegakan hukum saat ini. Dimana mereka yang dianggap kritis dan bersebrangan akan langsung diproses.

“Ketidakadilan ini semakin telanjang dan semakin terbuka. Karena itu marilah kita hentikan ketidakadilan ini. Dan nanti Kita harus membuat perhitungan dengan mereka-mereka yang menciptakan ketidakadilan sekarang ini. Ada saatnya kita membuat perhitungan,” ucap Fadli.

Dia membeberkan, bagaimana ketidakadilan hukum itu hanya dialami oleh kubu Prabowo-Sandi, seperti kasus yang dialami Ahmad Dani, Buni Yani, Rocky Gerung, Dahnil Anzar, Neno Warisman.

“Jadi betul-betul kita melihat bahwa hukum sekarang ini adalah alat kekuasaan, alat politik, alat untuk menindas mereka yang dianggap kritis atau mereka yang berseberangan dengan pemerintah saat ini,” tegasnya.

Lebih lanjut diserukan Fadli kepada emak-emak dan kalangan milenial agar memenangkan perolehan suara Prabowo-Sandi pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Hal itu, disampaikan dia, demi membawa Indonesia ke arah kebangkitan, bukan ke arah kebangkrutan.

“Marilah kita bekerja keras, masih ada waktu menuju 17 April. Supaya kekuatan kita menjadi bola salju yang tidak bisa ditahan, walaupun mereka berusaha menggunakan segala cara. Mari kita lakukan penggalangan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa timses Prabowo-Sandi tengah menjalani proses hukum. Diantaranya, Ahmad Dani yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang usai divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian.

Berikutnya Buni Yani, dia resmi ditahan di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kemudian Rocky Gerung, yang juga tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya soal pernyataannya tentang “Kitab Suci Fiksi”.

Beberapa waktu sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar juga diperiksa polisi terkait dugaan penyimpangan Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam tahun 2017 lalu. (jol)

Leave A Comment