oleh

Tower P.K. Ojong- Jakob Oetama Diresmikan, Kontribusi Nyata UMN untuk Ketahanan Energi

Tangerang – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mendukung langkah pemerintah kurangi konsumsi energi dengan rancangan struktur dan konstruksi bangunan ramah lingkungan sekaligus hemat energi pada gedung barunya.

Gedung P.K. Ojong- Jakob Oetama telah diresmikan pada Rabu, (27/9) dengan menerapkan passive design seperti gedung pendahulunya yakni New Media Tower yang meraih juara pertama Energy Efficient Building kategori Tropical Building di ASEAN Energy Award 2014 lalu. Dengan Penggunaan passive design memungkinkan dapat mengurangi listrik secara signifikan.

Ketua Yayasan UMN, Teddy Surianto, menuturkan, dirinya sangat bergembira dan mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan pembangunan Gedung P.K. Ojong – Jakob Oetama dan kini telah diresmikan oleh Bapak Jakob Oetama, Gedung tersebut memiliki berbagai fasilitas yang akan menunjang kegiatan mahasiswa dalam menimba ilmu di UMN.

“20 November 2006, UMN diresmikan oleh Menteri Pendidikan Mohammad Nuh yang kini telah berusia 10 tahun, penamaan Gedung P.K. Oyong- Jakob Oetama merupakan penghargaan bagi pendiri UMN,” ujar Teddy.

Dijelaskan Wakil Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Andrey Andoko, P.K. Jakob Oetama Tower menggunakan double skin facade yang akan mengontrol yang akan mengontrol intensitas cahaya dan panas matahari yang masuk ke dalam ruangan sehingga ruangan cukup terang dan dingin. Dengan demikian, penggunaan pendingin udara pun dapat dikurangi. Selain itu, kesejukan dalam P.K. Ojong- Jakob Oetama Tower didukung oleh sirkulasi udara alam melalui keberadaan roof garden yang berada di beberapa lokasi gedung, ditambah cerobong- cerobong udara yang memanfaatkan perbedaan tekanan udara, membuat basement P.K. Ojong- Jakob Oetama Tower tidak memerlukan exhaust fan.

Lanjut Andrey, selain menerapkan passive design, gedung P.K Ojong- Jakob Oetama juga menggunakan teknologi terbaru yang mampu menekan penggunaan energi secara keseluruhan. Teknologi terbaru tersebut antara lain dengan penggunaan lampu LED dan magnetic chiller. Jika dibandingkan dengan electric chiller yang dipakai oleh New Media Tower, magnetic chiller bisa mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30 persen.

” P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower merupakan komitmen UMN dalam pemeliharaan lingkungan, Itulah sebabnya dalam pembangunan gedung- gedung perkuliahan ke depannya UMN akan terus mempertahankan konsep hemat energi,’ Jelas Andrey Handoko, Rabu (27/9).

Andrey mengungkapkan, Berdirinya P.K. Ojong- Jakob Oetama juga merupakan perwujudan rasa terima kasih UMN atas ssmakin tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia kepada UMN sebagai perguruan tinggi pilihan untuk mendidik generasi muda Indonesia selama 10 tahun bediri. Adapun sebelum menginjak usianya yang ke-10, UMN telah menerima Akreditasi Institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Perlu diketahui, Gedung P.K. Ojong- Jakob Oetama Terdiri 19 lantai, dengan ketinggian gedung mencapai 80 meter dan luas total bangunan 42.500 meter persegi dan bisa menampung 5000 mahasiswa, Selain kelas, gedung tersebut memiliki berbagai fasilitas diantaranya Lecture Theather yang mampu menampung hingga 500 orang, Laboratorium untuk berbagai program studi, Laboratorium Perhotelan dan sarana olahraga indoor seperti lapangan futsal dan badminton yang berada dilantai teratas.

Peresmian P.K. Ojong- Jakob Oetama Tower dilangsungkan bertepatan dengan ulang tahun pendiri Kompas Gramedia Grup, Jakob Oetama, 27 September. Ini merupakan hadiah bagi Jakob Oetama memasuki usianya yang ke-86, Disamping itu, pemilihan nama P.K. Ojong- Jakob Oetama untuk gedung terbaru merupakan penghargaan bagi kedua pendiri grup Kompas Gramedia. (abe)