oleh

Umat Konghucu Tangerang Kutuk Militer Myanmar

TANGERANG – Tragedi kemanusiaan yang dilakukan oleh junta militer terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Rakhine Myanmar, kiranya mendapat kecaman dari umat Konghucu yang ada di Kota Tangerang.

Beberapa perkumpulan dan yayasan seperti Boen Tek Bio (Pasar Lama), Boen San Bio (Pasar Baru) dan 11 perwakilan tempat ibadah yang ada di Tangerang Raya pun mengeluarkan pernyataan sikapnya terhadap peristiwa yang terjadi di Raikhine Myanmar.

“Kami melaksanakan ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap tragedi yang terjadi terhadap suku Rohingya di Myanmar,” kata Ketua Badan Pengurus Boen Tek Bio, Tan Lie.

Dalam pernyataan sikap tersebut, turut hadir Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan, Komandan Kodim 0506/Tangerang Letkol. Inf. M. Imam Gogor A.A, serta pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang.

“Kami mengutuk aksi kekerasan beserta tindak kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer dan masyarakat sipil terhadap suku rohingya,” kata Lie dihadapan wartawan.

Selain itu, mereka menyatakan akan terus meningkatkan rasa solidaritas kemanusiaan yang terjadi dengan sikap empati atas penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita di pengungsian rohignya di Rakhine.

Tan Lie menyerukan kepada umat yang ada untuk tidak terprovokasi dan tetap mendukung agar terciptanya situasi yang kondusif dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan NKRI.

“Kami mendukung pemerintah RI melalui kemenlu dengan jalur diplomatik mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan penindasan terhadap suku rohingya yang ada di Rakhine dengan pendekatan kemanusiaan,” katanya.

Diakhir pernyataan sikap, para pengurus klenteng Boen Tek Bio, Boen Hay Bio, dan Boen San Bio menyerahkan bantuan berupa sumbangan dana kemanusiaan melalui MUI Kota Tangerang.

“Ini adalah awal permulaan yang kita berikan karena spontanitas dari rekan-rekan kami yang mungkin jumlahnya baru sebagian kecil yang bisa kami berikan,” imbuhnya. (abe)