oleh

Untuk Kerjasama MRT, Pemkot Tangsel Gunakan Skema KPBU

Serpong –  Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menggodok kajian kerjasama dengan PT Mass Rapid Transit (MRT) untuk perpanjangan MRT Lebak Bulus ke Tangsel dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Kepala Seksi Pengembangan dan Pelayanan Angkutan Dishub Tangsel, Martha Lena, menjelaskan, rencana perpanjangan rute MRT Lebak Bulus ke Tangsel menggunakan skema KPBU dengan tahapan yang akan dilaksanakan sesuai dengan KPBU.

“Skema KPBU ini berdasarkan PP 38/2015. KPBU ini adalah kerjasama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum,” katanya.

Tujuan penggunaan KPBU ini yakni mencukupi kebutuhan pendanaan secara berkelanjutan dalam penyediaan infrastruktur melalui pengerahan dana swasta, mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkualitas, efektif, efisien, tepat sasaran, dan tepat waktu. Menciptakan iklim investasi yang mendorong keikutsertaan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur berdasarkan prinsip usaha secara sehat.

Mendorong digunakannya prinsip pengguna membayar pelayanan yang diterima, atau dalam hal tertentu mempertimbangkan kemampuan membayar pengguna; dan/atau memberikan kepastian pengembalian investasi Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur melalui mekanisme pembayaran secara berkala oleh pemerintah kepada Badan Usaha.

Apa untungnya menggunakan KPBU, Martha menjelaskan, untuk efisiensi anggaran yakni melalui pendekatan analisis biaya yang meliputi seluruh umur proyek (wholelife cycle costing). Lebih memberikan insentif bagi swasta untuk memonitor dan menjaga kinerja layanan infra strukturnya secara maksimal. Lebih fleksibel dan inovatif karena mengutamakan spesifikasi layanan yang diperlukan. “Kajian FS dan persiapan baru akan disusun, insya Allah tahun ini dengan pemrakarsa PT MRT,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jumlah prediksi demand penumpang dan moda apa yang digunakan akan dikaji detail dalam studi kelayakan. Sedangkan untuk jumlah perjalanan tahun 2017 diprediksi 116.846 orang atau hari menuju DKI. Data ini erdasarkan kajian Renduk LLAJ Tangsel tahun 2017. “Jumlah tahun 2018 diperkirakan hampir sama, dengan melihat jumlah banyaknya pengendara yang menuju DKI, maka moda transportasi ini diharapkan bisa terhubung hingga ke Tangsel,”katanya.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah pihaknya masih harus melakukan studi kelayakan terlebih dahulu.”Kita hitung dulu (kelayakan studinya). Tapi ini wacana yang kita seriuskan. Karena respons Walikota (Walikota Tangerang Selatan) juga bagus,” katanya saat dihubungi.

Namun ia memastikan, pembangunan proyek ini tak akan menghambat pembangunan fase lainnya yang telah direncanakan. Tapi bisa jadi juga akan dilakukan paralel pembangunannya saat fase lain tengah dikerjakan.

“Ini tidak akan mengganggu tahapan-tahapan yang direncanakan. Memang (rencananya) di luar tahapan fase-fase lain. Bisa jadi nanti ketika sedang fase 3, bisa dikerjakan sambil paralel,” ungkapnya.

Rencana  ini sendiri timbul lantaran besarnya potensi penumpang dari arah Selatan Jakarta yang bisa diangkut dengan menggunakan MRT. Hal ini pun diharap bakal membantu misi pemerintah untuk menuntaskan masalah macet di Jakarta.

“Karena masyarakat kan banyak di daerah Serpong sana. Kami melihat bahwa daerah-daerah pemukiman seperti itu harus dijangkau oleh moda transportasi seperti MRT. Sehingga mereka ke Jakarta tidak menggunakan transportasi pribadi lagi,” singkatnya. (zie)