oleh

Wadah Foundation dan Yayasan Arsari Djodjohadikusumo Serahkan Buku Bagi TBM di Kota Tangsel

Tangerangcorner.com – Sebagai wujud implementasi visi di bidang pendidikan, Wadah Foundation dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) menyerahkan dukungan bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berupa buku dan bibit tanaman.

Kegiatan penyerahan buku dan bibit tanaman bagi 20 TBM di Kota Tangsel ini diadakan di Ruko ASTC Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangsel pada Rabu 29/10/2020 yang dihadiri langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Umum Wadah Foundation, Anie Hashim Djojohadikusumo.

Kemudian juga turut hadir Penasehat Taman Bacaan Masyarakat Indonesia Maman Suherman, Andri Gunawan Ketua FTBM Provinsi Banten, Rano Karno Anggota DPR RI, dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Tokoh Peduli Pendidikan dan Kemanusiaan.

Andri Gunawan, Ketua FTBM Provinsi Banten mengatakan bahwa Wadah Foundation dan Yayasan Arsari Djodjohadikusumo telah lama bekerja sama dengan membantu banyak TBM di Indonesia.

“Salah satunya TBM di Parung dan Ternate diberikan bantuan berupa gedung serta sarana dan prasarana. Di Kota Tangsel sebanyak 20 TBM akan mendapatkan bantuan buku masing-masing 50 dan Novel dani Si Doel serta bibit tanaman,” ungkapnya.

Sementara Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Tokoh Peduli Pendidikan dan Kemanusiaan mengatakan bahwa ketika berbicara literasi di Kota Tangsel maka harus ada gerakan revitalisasi untuk memperkuat TBM.

“Literasi dan pendidikan sangat dibutuhkan oleh anak karena banyak permasalahan sosial saat ini di Indonesia dan juga Tangsel berasal dari dua hal itu,” paparnya.

Saras yang kini juga maju dalam Pilkada Kota Tangsel 2020 ini melanjutkan bahwa ketimpangan sosial di Kota Tangsel secara sistematis berasal dari kurangnya pendidikan.

“Padahal Kota Tangsel merupakan kota penopang ibu kota dan modern. Bahkan lebih modern dibandingkan dengan kota penopang lain . Tapi masalah ketimpangan sosial sangat luar biasa,” ucap Saras.

Melalui TBM, Saras berharap akan menjadi solusi untuk keluar dari ketimpangan sosial dengan memaksimalkan literasi dan pendidikan.

“Melalui TBM kita bisa meningkatkan kompetensi guru daa pembina TBM sehingga bisa memberikan pendidikan kejar paket agar anak anak kita bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed