Warga Pamulang Gunakan Pelapah Pisang untuk Bungkus Daging Kurban

Tangerang Selatan – Peduli akan keberlangsungan lingkungan dan menjaga kelestarian tanah, warga RT 02 RW 06, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengganti plastik dengan pelepah pisang sebagai wadah daging kurban.

Ketua RT 02 RW 06, Rohmat, mengatakan, terobosan unik menggunakan pelepah pisang itu demi mengikuti arahan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik.

Rohmat bersama pemuda dan tokoh masyarakat setempat sadar betul dengan konsekuensi penggunaan plastik yang sulit diurai tanah.

Mereka tidak ingin menambah polusi plastik agar bisa mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucunya kelak.”Sesuai arahan pemerintah, jangan menggunakan wadah plastik. Karena wadah plastik itu susah terurai. Jadi bagaimana kita mencari solusinya,” ujar Rohmat saat disambangi di kediamannya, Sabtu¬†(10/8/2019).

Setelah dipikirkan bersama warga setempat, Rohmat sepakat menggunakan pelepah pisang.

Selain ramah lingkungan, pelepah pisang juga mudah ditemui di wilayah yang masuk ke Gang Kemuning VI, Jalan Surya Kencana itu.”Pelepah pisang, pelepah pisang itu mudah terurai, mudah busuk, jadi tidak mempengaruhi (pencemaran) lingkungan,” ujarnya.

Jadilah, pelepah pisang itu diiris tipis dan dipotong sekira satu meter, lalu dilipat. Setelah melengkung, bagian atasnya diikat dengan tali yang juga terbuat dari pelepah pisang.Rongga di tengahnya itu yang digunakan untuk wadah daging kurban.

Rohmat mengatakan, warga setwmpat membuat 300 wadah pelepah pisang untuk 300 kupon daging kurban.Mereka sengaja membuat wadah pelepah pisang itu pada H-1 Idul Adha agar wadah tetap kuat tidak layu menghitam.

Rohmat juga menjelaskan, setelah dagung kurban dibagikan pada hari H Idul Adha, ia juga sudah menyiapkan tempat pembuangan pelepah pisang itu agar tidak berserakan.”Jadi warga buang ke kita lagi, sudah disiapkan. Biarin nanti dia busuk di situ keurai di situ,” tutupnya. (ccp)

Leave A Comment