Waspadai Penyakit Asma di Kawasan Perkotaan

Tangerang  – Polusi udara dan asap di kawasan perkotaan membuat penyakit asma kian meningkat. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang, maka kondisi ini akan membuat masyarakat terkena serangan asma akut yang bisa saja menyebabkan kematian. Oleh karena itu masyarakat di kawasan perkotaan perlu berhati-hati terhadap penyakit asma.

Hal ini dipaparkan oleh dr. Samuel SpP dari Siloam Hospital Lippo Village saat memberikan penjelasan pada Seminar mengenai Diagnosa Asma dan Penatalaksanaannya di Auditorium Siloam Hospital Karawaci, Minggu (30/6).

“Para peserta nanti diharapkan akan bisa mendapatkan pemahaman yang tepat untuk membantu pasien dalam penanganan penderita asma dan agar kedepan juga memiliki kualitas hidup yang baik sehingga gejala penyakit dapat terkontrol dan menurunkan resiko terjadi serangan,” tambah dr. Samuel

Ia melanjutkan bahwa sekitar 75% pasien masih melakukan kesalahan dalam menggunakan inhaler secara tidak benar. Padahal tata cara penggunaan inhaler sangat penting sekali bagi penderita asma.

Pada seminar ini juga dijelaskan secara rinci langkah penerapan metode GINA (Global Initiative For Ashma) sebagai panduan tentang bagaimana para dokter agar dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit asma ini.

dr. Leonardo Simanjuntak SpP. MKes juga menjelaskan perihal perbedaan asma akut dan kronis. Hal ini patut disampaikan karena banyak kesalahan dalam mendiagnosa penyakit asma.

“Asma akut lebih tepat untuk digunakan pada penyakit yang diderita dalam durasi yang relatif singkat atau dalam waktu yang cepat,
sedangkan istilah kronis digunakan untuk menjelaskan suatu penyakit yang diderita dalam kurun waktu yang lama atau berkembang secara perlahan lahan,” paparnya.

Ia melanjutkan bahwa asma bisa juga disebabkan karena udara yang terlalu dingin sehingga akan mengalami batuk yang menerus terutama saat malam hari atau pagi hari.

Kemudian ia juga memaparkan tentang perbedaan pemberian inhaler dan oral bagi pasien. “Pemberian inhaler lebih bagus karena langsung ke dalam paru paru, sementara pemberian oral prosesnya lebih lama karena harus melalui beberapa organ di dalam tubuh dan setelah pemakaian inhaler pastikan pasien harus berkumur,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab dr. Samuel memberikan penjelasan atas pertanyaan dari salah satu peserta tentang tindakan apa yang harus di lakukan jika pasien datang dengan kondisi yang dapat mengancam jiwa.

“Segera lakukan diagnosa dengan menggunakan metode GINA, karena asma itu tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikurangi tingkat levelnya dengan cara kontrol asma, karena dengan meminimalisir terjadi kembali asma akan berdampak baik.” tutupnya. (red)

Leave A Comment