oleh

Wisuda XII UMN Usung Tema Sarjana Unggul dan Berkebangsaan

Tangerang – Peran Universitas Multimedia Nusantara dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme dan menjunjung kebhinekaan tidak hanya berhenti pada satu aktivitas. Orasi Yenny Wahid dalam Sidang Senat Terbuka Kuliah Perdana Universitas Multimedia Nusantara September lalu, merupakan langkah awal untuk membekali generasi muda agar dapat lebih bijak menanggapi maraknya isu-isu perpecahan bangsa.

Perguruan tinggi sudah seharusnya difungsikan sebagai tempat penyampaian nilai-nilai luhur keindonesiaan dengan memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan. yakni Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih lagi dengan maraknya isu radikalisme dan terorisme yang mengancam keutuhan Pancasila.

Menindaklanjuti hal tersebut, Universitas Multimedia Nusantara dalam acara Wisuda XII yang kali ini meluluskan 689 orang sarjana, menghadirkan seorang aktivis kenegaraan Yudi Latif, yang baru baru ini juga dilantik sebagai Kepala Unit Kerja Presiden bagian Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Wisuda XII Mengusung tema ‘Sarjana Unggul dan Berkebangsaan”, Wisuda XII menjadi bentuk komitmen nyata Universitas Multimedia Nusantara dalam membekali lulusannya agar mampu memberikan karya terbaik untuk almamater, persada, dan sesama.

Terkait Perpres BAB III mengenai Tugas dan Fungsi, UKP PIP bertugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. Adanya Unit Kerja Presiden tersebut diharapkan dapat mengajarkan bagaimana cara menghayati, memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala Unit Kerja Kerja Presiden Bagian Pemantapan Ideologi Pancasila(UKP-PIP) Yudi Latif dalam sambutannya mengatakan, Kebangsaan Indonesia dimulai dari keluarga yaitu saling menghargai tanpa melihat latar belakang.

“Kita bisa mengambil contoh dari kasus- kasus negara asia seperti Pakistan di tahun 1960 mendapatkan nobel akan tetapi saat ini kolektifitas negara tersebut bermasalah maka munculah radikalisme menguat, bom terjadi dimana- mana,” ujar Yudi.

Saat ini, banyak talenta- talenta itu tidak bisa berkembang karena terlalu banyak rintangan- rintangan dari iklim kehidupan kolektif, makanya dalam pendidikan tidak hanya mengandalkan kecerdasan emosional (IQ), yang tidak kalah penting adalah kecerdasan keluarga supaya bisa menghargai perbedaan mengapresiasi setiap karya, maka dengan itulah orang dapat mengoptimalkan potensi- potensi yang dimilikinya. Termasuk politik kebudayaan dan politik pembangunan agar tidak sibuk dengan kekuasaan serta tidak mengabaikan politik policy supaya bisa mengembangkan kreatifitas budaya, tenunan- tenunan kebangsaan yang kuat.

“Selain itu juga supaya pelajar maupun pegawai dari berbagai daerah semisal magang kerja di daerah lain agar tercipta ke Indonesiaan bisa terpresentasikan rasa kebangsaan dan keberagaman terlihat dipublik apabila politik kebudayaan bisa terbentuk,” harap Yudi.

Sementara itu, Rektor UMN Ninok Leksono menekankan, bahwa Pancasila adalah landasan yang harus dijadikan pegangan, panduan penting, karena Pancassila merupakan falsafah hidup berbangsa dan bernegara.

“lnsan cendikia yang ideal untuk Indonesia adalah mereka yang menghayati dan mengamalkan kelima sila Pancasila. Dengan itu lah diharapkan alumni UMN tidak saja unggul dalam bidang ilmu dan profesinya, tetapi selaras dengan masyarakatnya. Ia berketuhanan, berperikemanusiaan, menjunjung persatuan, mengutamakan musyawarah, dan memperjuangkan keadilan sosial,” ungkapnya, Sabtu (2/11).

Ninok Leksono berpesan kepada alumnus UMN untuk terus menyalakan jiwa dan semangat Pancasila dalam karir dan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Dengan berpegang pada nilai nilai Pancasila, saya berharap wisudawan tidak tercabut dari akar kebangsaannya. Sekalipun mungkin ada yang berkarir di luar negeri, dengan terus menghidupkan nilai nilai PancasIIa diharapkan Wisudawan bisa terus bersemangat berkemanusiaan, persatuan, musyawarah dan berkeadilan,” papar Ninok Leksono.

Dalam Wisuda Xll UMN, terpilih 7 wisudawan terbaik yang mewakili 7 Program Studi. Mereka adalah Vannia Ferdina (Teknik Informatika), Bobby Fernando (Desain Komunikasi Visual), Gabrielle Agatha (Ilmu Komunikasi), Tommy Utomo Wijaya (Sistem Informasi), Davin Valerian (Akuntansi), Rivaidy Febriansyah (Manajemen), dan William Suyanto (Sistem Komputer).

Selain itu, Inkubator Bisnis UMN Skystar Ventures juga terpilih sebagai satu-satunya institusi dari indonesia yang diundang oleh Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, untuk menghadiri kegiatan konferensi kepemudaan terbesar di Timur Tengah, Misk Global Forum 2017. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-17 November di Riyadh, Saudi Arabia. Pada kesempatan kali ini, Skystar Ventures mendelegasikan tiga startup binaannya, yaitu Jobmine lndonesia, Dreambox, serta Youthmanual. Rahel Maharani (Ilmu KomunikaSi) yang juga merupakan wisudawan pada Wisuda Xll, merupakan Founder dan CEO dari Jobmine Indonesia.

Merupakan tradisi serta ciri khas bagi UMN untuk mengangkat tema kedaeraan dalam kegiatan wisudanya. Wisuda Xil kali ini bertemakan adat dari daerah Rote, Nusa Tenggara Timur. Tata panggung dan seluruh dekorasi area kegiatan turut dibuat dalam nuansa daerah Rote. Tak hanya itu, UMN juga turut menampilkan tarian-tarian daerah serta lagu-lagu daerah NTT untuk menyemarakkan nuansa kedaerahan pada Wisuda XII UMN. (abe)